tentang hutang pemerintah dari @hotradero

Posted on January 24, 2011

0


Mungkin betul. RT @Ce_Ce_: Betul begitu ? RT @fadjroel: Total Utang Pemerintah Capai Rp 1.676 Triliun. Utang Orba cuma Rp.1.300 Triliun

Tapi utang kan harus dilihat bukan cuma dari besaran nominal. Harus dilihat komposisinya & penggunaannya.

Besaran utang Rp. 1 Juta antara sekarang dan 10 tahun yang lalu – tentu sudah sangat berbeda maknanya.

Betul. Belum lagi dari sisi mata uang utang tsb. “RT @kennywiani: blm lagi inflasi, itu orba 1.3 taun berapa re:utangorba”

Utang harusnya diukur terhadap pendapatan. Utang kecil kalau pendapatannya juga kecil – ya celaka. @Ce_Ce_

Utang Rp. 1600T (vs. pendapatan Rp. 6000T) tentu lebih kecil dibanding utang Rp 1300T (vs. pendapatan Rp. 1000T).

Yang tertinggi di sekitar 1998-an. Melebihi 100% GDP. Ya kira-kira sama seperti Yunani atau Jepang sekarang. @Ce_Ce_

Belum. RT @Ce_Ce_: Angka ini sdh diadjust inflasi & kurs? RT @fadjroel: Total Utang Pemerintah Rp 1.676 T. Utang Orba cuma Rp.1.300 T.

Separah-parahnya utang Indonesia (terhadap GDP) saat krisis – masih lebih parah utang Jepang saat ini (yg 192% GDP).

Bila diperhatikan secara detail – sekitar 1/2 dari Utang RI adalah utang dlm negeri. Berarti pemerintah ngutang pd kita2: warga Indonesia.

Iya. Itu yg jadi masalah besar. RT @tuvokvulcan: Orang yg tidak melek finansial, memang sering terintimidasi nilai absolut pak.

Kalau mau gambaran kasarnya – tinggal dibagi dg nilai tukar di masa Orde Baru vs. nilai tukar saat ini. @Ce_Ce_

Tweeps punya kartu kredit? Pernah perhatikan pagu kredit (credit limit)? Saat penghasilan meningkat – apakah pagu turun? Tentu tidak.

Ketika penghasilan meningkat – bank memberi keleluasaan bagi kita untuk ambil kredit lebih besar. Bunga pun bisa lebih murah.

Tabungan rakyatnya. RT @kakarende: Yg bikin jepang bisa bertahan dgn rasio utang/gdp sebesar itu kira2 apa ya om?

RT @lyndaibrahim: Tidak, Bang. Pagu kartu kredit ditentukan sepihak oleh card issuer berdasarkan pola jumlah penggunaan & pembayaran.

Ya betul juga. Saya selalu bayar lunas utang kartu kredit secara tepat waktu & tidak pernah over limit. Bagi bank saya nasabah “jelek”.

Ya itu juga betul. RT @nitnotguci: Pagu terus meningkat ketika pemakaian dan pembayaran sama bagusnya

Penghasilan diukur secara nominal & riil. Bunga hanya naik kalau penghasilan naik secara nominal & inflasi naik lebih cepat. @adyuta

Bagi saya, kartu kredit itu sekadar alat pembayaran yg praktis. Kalau salah penggunaan tentu jadi jelek akibatnya. @romoarif

Dengan kartu kredit – pengeluaran tercatat & bisa dimonitor. Perencanaan jd lebih baik. Tidak perlu ambil resiko bawa2 cash jumlah besar.

Kartu debit jg baik, asal bisa disiplin mencatat pengeluaran. Ada banyak pilihan strategi. (@mrshananto aku nebeng jelasin ya)

Betul. Juga memudahkan pengawasan keuangan secara umum. “@ARIEFSYAIFUL: Kartu kredit bisa mengoptimalkan pengawasan pajak sektor informal”

Pemerintah berutang dg menerbitkan Surat Utang / Obligasi. Di pembukuan Perbankan Indonesia, isinya Obligasi Pemerintah. @odiebanoreza

Pakai uang siapa Bank-bank tersebut membeli Obligasi Pemerintah tsb? Pakai uang anda & saya yang kita tabung/depositokan di Bank.

Jadi secara tidak langsung, kita (rakyat) yg menabung di Bank memberikan pinjaman kepada pemerintah lewat Obligasi yg dibeli bank.

Dan perhatikan: semakin makmur semakin banyak uang yg kita simpan di Bank. Ini berarti semakin besar pula yg bisa dibelikan Obligasi.

Dengan cara itu, maka semakin makmur penduduk – maka pemerintah bisa berutang lebih banyak lagi & dengan tempo yg lebih panjang.

Kalau utang pemerintah itu digunakan secara konstruktif – maka akan tercipta kemakmuran yg lebih besar & bisa dibelikan obligasi.

Apakah bank bisa menyimpan uangnya dlm bentuk lain di luar obligasi pemerintah? Bisa saja – tapi resikonya biasanya lebih besar.

Itu sebabnya bank akan menyesuaikan volume obligasi yg dibeli dg profil umum orang yg menyimpan uangnya di Bank.

Bila pemerintah tdk berutang – duit masyarakat disimpan/diputar di mana? Apa bisa lebih aman daripada obligasi pemerintah?

Itu sebabnya jangan keburu anti dengan utang pemerintah – karena itu juga bagian dari manajemen keuangan masyarakat/rakyat.

Makin makmur akan makin banyak utang DALAM NEGERI-nya, karena pemerintah jadi bisa berutang lebih ke rakyatnya sendiri. @novitanovi

Selain dibelikan Obligasi Pemerintah (SUN) bisa juga disalurkan jadi kredit. Semua tergantung siklus ekonomi. @nagaraniyuki

Kira-kira 1/2 dari utang pemerintah dr dalam negeri. Sisanya lebih banyak utang bilateral, baru multilateral (WB,IMF,ADB) @novitanovi

Negara pemberi utang bilateral terbesar ke Indonesia adalah Jepang. Itu sebabnya bunga utang Indonesia relatif rendah.

Setiap utang harus kita lihat secara netral: siapa pengutangnya & siapa penerima manfaatya. Jangan sekadar digebyah uyah.

Obligasi bagi bank berfungsi sebagai sumber pembayaran bunga nasabah yg menyimpan uangnya di bank. @elnasinaga

Di seluruh dunia, obligasi pemerintah masing2 negara dianggap sebagai instrumen yg resikonya paling kecil/rendah dibanding instrumen lain.

Kenapa begitu? Krn pemerintah punya kekuasaan menarik pajak & penerimaan lain. Kekuasaan yg tdk dimiliki pihak manapun di masing2 negara.

Benar. Ada banyak bentuk RT @MoEkonDo: Orang selalu pikir utang pemerintah itu pinjaman, tp bs jg srt utang/ obligasi bener nggak bos?

Ya. Ada asumsi bahwa pemerintah tidak mungkin bangkrut. Secara teknis hal ini benar krn bangkrut = Asset < Liabilities. @fxmario

Karena pemerintah satu2nya yg boleh mencetak uang – maka Asset Pemerintah akan selalu lebih besar daripada Liabilities dlm mata uang lokal.

Jadi secara teknis memang benar bahwa negara mustahil bangkrut. Bagaimana dg utang luar negeri? Di sini terjadi bukan bangkrut.

Untuk utang luar negeri istilah yg dipakai “default” = menolak bayar. Bukan krn nggak sanggup tapi karena benar2 nggak mau.

Siapa yg nanggung kerugian kalau suatu negara default? Ya pemegang obligasi luar negeri pemerintah negara tersebut.

Biasanya, kalau suatu negara menyatakan “default” – investor bond akan kapok membeli surat utang negara tersebut. Bisa lama kapoknya.

Alhasil, pemerintah yg default cuma bisa berutang ke dalam negeri. Bunganya akan lebih tinggi (mahal) & akan terus makin tinggi.

Betul sekali! “@tigorsiagian: Negara dgn budget surplus pun perlu issue obligasi agar ada yield curve yg lengkap utk pricing obligasi lain.”

“@tigorsiagian: Yield curve yg lengkap juga perlu utk operasi moneter (manajemen likuiditas atau setting ekspektasi inflasi)”

Atas penjelasan @tigorsiagian tadi jelas bahwa pemerintah negara MANAPUN sejauh masih waras – akan berutang baik besar ataupun kecil.

Gimana apanya? Warganya mau2 saja tuh. “RT @treespotter: Jepang bondnya banyak dipegang warga negaranya kan? Kalo gitu gimana?”

Pemerintah akan bayar dg cara mencetak uang. Dari mana uangnya? Dari kemampuan menarik pajak. @tyastic

Imbal hasilnya biasanya menyesuaikan dg tingkat inflasi. RT @movanet: Returnnya? re: obligasi pemerintah resikonya paling kecil/rendah

Russia 1998, Argentina 2002. Itu yg signifikan. RT @gitaramadian: contoh peristiwa negara yg menyatakan default apa bang?

Indonesia juga pernah “Selective Default” (SD) saat krisis 1998 dulu. Melakukan penundaan pembayaran utk negosiasi nilai & besar bunga.

Dua2-nya. Jangka Pendek =>SBI. Jangka Panjang => SUN. “@AdrianSuryaMH: Bang, berarti di indo risk free ratenya bunga SBI atau bunga SUN?

Di level negara (sovereign) memang ada hak untuk nggak mau bayar. Resiko peristiwa itu ditanggung sendiri oleh pengutang. @idoremember

Negara bisa saja cuma gunakan pungutan pajak utk biayai pembangunan – tp lama ngumpulinnya – ekonomi keburu kolaps.

Dan kita tahu kalau ekonomi kolaps maka banyak perusahaan yg nggak sanggup bayar pajak krn rugi. Akibatnya ekonomi makin kolaps.

Itu sebabnya diterbitkan surat utang. Jadi pemerintah bisa dapat duitnya sekaligus & dibayar di depan. Pungutan pajak menyusul.

Iya pernah di 1990-an. Disebut Tequilla Crisis. “@edhirgantara: Meksiko dulu juga pernah “default” ya?

Sekarang yg jadi pegangan adalah kredibilitas negara tersebut. Jadi sifatnya sudah intangible/tak berbentuk. @NorrisArtono

Makanya istilah “default” lebih tepat. RT @dondihananto: bukan gak mungkin, kecil kemungkinan gagal bayarnya #nyamber

Betul “@tsetiady: dgn menyatakan “default” negara bisa kehilangan kepercayaan investor asing. sedangkan ‘trust’ adlh asset paling mahal.

Betul. “@tuvokvulcan: makanya trust tersebut dipelihara dengan bonds. Isolationism (menolak asing beli bonds) tidak akan memberi trust”

Ada. Bentuk Sovereign Bonds & utang dagang. “@aditwirya: bang, cina itu berhutang ke luar nggak sih? dalam bentuk apa? mohon penjelasan”

Ngerem kebocoran anggaran? Ya perbaiki akuntabilitas & peran birokrat dibatasi hanya atas hal2 penting saja. @alberto_gms

Itu sebab saya heran dengar Menkominfo ribut soal “pajak” yg tdk dibayar RIM. Lha kalau kementrian itu nggak ada kita jauh lebih hemat.

Di tahun 2011 Kementrian Komunikasi & Informatika ngabisin anggaran Rp. 3,3 Trilyun belum ditambah gaji PNS yg bekerja di situ.

Dan kita lihat anggaran Rp. 3,3 Trilyun itu programnya lebih sering kedengaran soal pornografi melulu. Itu kita yg bayar lho.

Rasanya sih cukup laku, tapi memang ada yg laku keras. “RT @albahagia: Dari sekian ORI ada yg ga laku ya bang ?

Biasanya Bank Sentral yg membeli/menjual obligasi negara lain. Disesuaikan dg kebutuhan masing2 negara. @mangkomang

Cross Default = Default berantai. Kalau emaknya default – maka anak2nya jg default. “@rioputra_a: Emang iya ya? Kalo cross default apa?”

Jadi kalau ada institusi yg bisa hidup & bernapas dari pornografi – ternyata justru adanya di APBN – yg kita (harus) bayar.

“@diah_utami: anggaran 3,3 T sbagian besar u/ stimulus bangun jaringan (broadband access network) seluruh Indonesia. No porn content.

Tentu saja. Tapi mengapa yg dibahas & populer hanya seputar pornografi – itu yg jadi masalah. @diah_utami

Disubsidi pulak… “@BaraHasibuan: ini merupakan perang melawan porn yg paling mahal dlm sejarah umat manusia

Tiap orang bisa memerangi pornografi dimulai dari diri masing2. Lebih efektif DAN tidak hamburkan uang pembayar pajak.

Oh ya? “@ndahdien: Temen sy progammer kerja di keminfo ngantor klo ada kerjaan saja, tdk lbh 2x/minggu. byk project dikerjakan orang luar.

 

 

Posted in: Uncategorized