tentang bahan bakar bersubsidi dari @hotradero

Posted on December 12, 2010

0


ini lebih merupakan insight yah, daripada kultwit, yet i think people should know🙂

Dari sudut pandang ekonomi: dimahalin atau dibatasin sebenarnya sama saja efeknya: mengendalikan penggunaan. @farhandeltafm @YudhiRS

Mungkin lebih efektif dimahalin – krn tidak akan muncul pasar gelap. Pd skema pembatasan – pasar gelap akan muncul. @farhandeltafm @YudhiRS

Saya nggak bisa komentar soal politik. Tapi bensin murah itu sifatnya seperti narkotik. Bikin kecanduan. @farhandeltafm @YudhiRS @wcxsgj

Partai politik yg jualannya cuma “bensin murah demi “rakyat”” – secara mentalitas tidak beda dengan bandar narkoba. @farhandeltafm

Apa yg kita nikmati sebagai irrasionalitas “subsidi” hari ini – nantinya harus dibayar oleh anak cucu kita secara lebih mahal.

Jadi jangan salahkan mereka bila suatu saat nanti mereka mengutuk kerakusan ayah & kakek mereka yg kecanduan bensin murah.

Kalau ada generasi durhaka – ya kita2 penikmat bensin murah bersubsidi. Karena dunia perlu jutaan tahun lagi utk pasokan baru.

Buat apa? Subsidi sepertinya dikemas buat jadi komoditas politik. Tapi itu sama saja dengan pembiaran pembodohan. @farhandeltafm

Iya. Mereka ngajarin masa bodo. @claralila: berarti partai dg janji listrik, bbm, beras murah itu ngajarin ngemplang utang ke anak cucu ya:)

Pos subsidi besarnya Rp. 133 Trilyun. Kalau subsidi dihapus – moda transportasi massal apa sih yg nggak kebeli? @sabar_tambunan

Boleh2 saja bilang begitu – pertanyaannya: Siapa yg nanti akan bayar opportunity loss itu saat berubah jadi Real Cost? @anggawirastomo

Betul. Nggak nyadar & lalu nggak jadi nggak tau diri… “@noorf: energi murah jadi bikin masyarakat kita gak hemat energi”

Budget pemerintah terbatas. Kalau digerogotin subsidi – lantas gimana bisa bayar ongkos bangun jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara?

Padahal setiap pembangunan proyek2 infrastruktur tersebut – menyerap tenaga kerja – peningkatan taraf hidup & efisiensi ekonomi.

Setiap kali mengalami macet – setiap kali itu pula anda “menikmati” sebagian dari hasil proyek bensin bersubsidi.

Saya tidak pernah beli bensin bersubsidi. Bahkan saat BBM non-subsidi mencapai harga di atas Rp. 10ribu/liter di thn 2008 @llbridll

Posted in: Uncategorized