tentang bristol dan fenomena cluster dari @hotradero

Posted on November 25, 2010

0


Bristol itu unik. Pusat Gereja2 di Inggris & juga Pusat Perfilman – mulai dr film BBC Nature sampai ke pusat pembuatan film porno Inggris.

Selain itu Bristol juga salah satu pusat industri dirgantara & satu dari 3 hub backbone Internet Inggris bersama London & Manchester.

Kenapa jadi backbone Internet? Karena ada Laboratorium Hewlett Packard di Bristol. Itu laboratorium terbesar HP di luar Amerika.

Dan selain itu Bristol juga menjadi pusat pelatihan GE Finance utk seluruh dunia.

Karena iklimnya mendukung utk keduanya. Gereja sdh ada di Bristol sejak thn 1000 Masehi & ada yg masih berdiri sampai sekarang. @C_A_C_A_D

Rasanya Bristol itu kota yg paling banyak punya gereja & katedral tua. Di Whiteladies Road ada gereja besar yg seberang-seberangan.

Sebelum Revolusi Industri, Bristol adalah kota terbesar kedua di Inggris. Menjadi kota pelabuhan yg paling penting di luar London.

Iya. Dimulai di Filton. Makanya waktu PD II, Bristol jd sasaran pemboman oleh Jerman. “@MelaoKamisama: Bristol yg ada pabrik pesawat juga?”

Saat Revolusi Industri, posisi Bristol sebagai kota terbesar di luar London diambil alih oleh kota2 seperti Birmingham & Manchester.

Sekitar 2 jam. Seperti Jakarta-Bandung. “@santishiva: Bristol di UK ya bang? brp jam naik train dr waterloo/London Bang?”

Sesudah Revolusi Industri – Bristol mengkhususkan diri sebagai kota industri teknologi transportasi (kapal, kereta & pesawat) & kota seni.

Seni di Bristol dimulai dr sebelum muncul film. Ada teater “Old Vic” tempat orang secara reguler mementaskan drama2 Shakespeare.

Teater Old Vic masih beroperasi sampai sekarang. Veteran2 dr Teater Old Vic diantaranya aktor Jeremy Irons & Patrick Stewart.

Dari dunia teater di Old Vic inilah maka berkembang industri film di Bristol. Termasuk diantaranya BBC Nature yg bikin film dokumenter.

Dari orang2 film ini pula muncul studio Aardman Animations yg memproduksi film Wallace & Gromit. Awal dari industri animasi Bristol.

Dan selanjutnya tentu melebar ke berbagai segmen industri film – termasuk di antaranya film porno.

Industri seni & teknologi tidak bisa dipaksakan tumbuh. Hanya bisa muncul bila sudah terdapat komunitas yg “betah” di lokasi itu.

Itu sebabnya usaha pemerintah Malaysia membangun kota Cyberjaya – ternyata nggak ke mana-mana. Fasilitas ada – tapi orang-nya nggak ada.

Pertumbuhan alami suatu industri di suatu wilayah disebut sebagai fenomena cluster. Contoh: Glodok, Roxy, Mangga Dua, Hollywood, Bombay.

Juga tentunya: Silicon Valley & Las Vegas. Hanya dg menyebut nama2 tempat tersebut – sdh identik dg kegiatan2 tertentu yg terpusat di situ.

Pernah perhatikan mengapa banyak sekali pekerja seni Indonesia yg berasal dari Bandung? Itu juga suatu bentuk fenomena cluster.

Sampai sekarang fenomena cluster masih sangat intens dipelajari. Teman saya @endalayukallo seorang pemerhati fenomena cluster.

Jadi, kalau ada yg tanya mengapa Bristol bisa menjadi pusat studi gereja sekaligus pusat industri film – itu terkait fenomena cluster.

OK maksud saya pusat suatu kegiatan. “@nezarpatria: kalau glodok, roxy, sepertinya bkn pusat industri ya bung, tapi distribusi.”

Sepertinya sulit. Banyak sekali kasus di mana org mencoba membuat suatu cluster – eh malah gagal & mati. @C_A_C_A_D

Sama dg itu – memindahkan suatu cluster yg sudah jadi — susahnya minta ampun. Itu sebab memindahkan ibu kota bisa jadi akan percuma.

Kalau kegiatan ekonomi & politik sdh membentuk suatu cluster yg sangat kuat – maka cluster itu bisa tak tergantikan.

Contoh lain cluster: Wall Street & City of London. Itu cluster keuangan yg sudah terbentuk ratusan tahun & sangat kuat.

Saya menduga – di twittland pun ada fenomena cluster cuma belum ada yg pelajari seksama. Paging @endalayukallo @yanuarnugroho @robymuhamad

Kenapa saya punya beberapa teman yg sedemikian fokus mempelajari teknologi & sosiologi? Mungkin itu juga jejak fenomena cluster.

RT @yanuarnugroho: @hotradero sy pnh mnulis ttg ‘cluster’ masy sipil di internet. terbit di http://bit.ly/eJuX91 bsm G. Tampubolon. @endalayukallo @robymuhamad

Balik lagi tentang fenomena cluster. Pemahaman tentang hal ini bisa berguna semisal dalam menentukan arah karir kita.

Kalau anda berbakat di bidang seni – cobalah mendekat dg cluster orang2 seni, entah secara geografis atau secara komunikasi.

Pernah dengar berbagai aktor/aktris yg nekad pergi ke Hollywood & kerja serabutan selama beberapa waktu sebelum bisa masuk dunia film?

Atau bagaimana org yg ingin jadi desainer – merantau ke kota2 seperti Paris, New York, atau Milan dan meniti karir dari bawah sekali?

Hal serupa juga bagi yg ingin kerja di sektor keuangan dan memulai karir mereka di tempat2 seperti Wall Street atau City of London.

Atau bagaimana orang yg ingin berkarir di bidang teknologi informasi – pergi ke Silicon Valley atau ke Bangalore di India.

atau dalam bentuk lain: pernahkah anda perhatikan bahwa banyak profesional top perbankan di Indonesia rata2 “lulusan” Citibank?

Kalau anda ingin berkarir di bidang keuangan – ya jangan mulai di Bandung atau Yogya. Sebaliknya yg ingin karir di bidang seni.

“@robymuhamad: salah satu penjelasan social networks utk clustering industri http://www.olavsorenson.net/?p=71

Ingin dagang handphone? Ya di RoxyMas. Biarpun marginnya tipis – tapi krn volume org yg ke sana tinggi – anda tetap bisa untung.

yg diincar network sosial & program pelatihannya. @ines_aryono: katanya citibank itu kawah candradimukanya bankir. kenapa ya?

Dunia keuangan & perbankan orangnya itu-itu juga. Begitu anda mengenal & dikenal – maka akses atas hubungan bisnis bisa lebih lancar.

Coba anda perhatikan: apakah anda berani mempercayakan sejumlah uang & sumber daya lain – pada org yg tidak anda kenal? Tentu tidak.

“@wibiarie: klo di Indonesia,mgkn Gang Potlot ya Om cluster para musisi,yg melahirkan Slank,Anang,KD dan musisi lainnya.. #cluster

Untuk di Bandung – contoh “cluster” di bidang seni adalah sekolah (SMAN 5 Bdg) ataupun kelompok spt Bina Vokalia atau Elfa’s

“@inalisme: petinggi LSM lingkungan nasional kebanyakan juga ‘jebolan’ Walhi”

Citibank pun tahu mereka cuma jadi anak tangga titian karir..🙂 @aacchhyy: memulai karir di citibank,tapi bukan mengakhiri karir:)

Itu sebabnya Citibank pun makin selektif, dan mereka pun gunakan jaringan “alumni” Citibank utk kepentingan bisnis mereka.

RT @lyndaibrahim: @hotradero Penari2 Bali piawai @ Jkt sd 90an rata2 lulusan Lembaga Pusat Kebudayaan Bali Yayasan Saraswati cab. Tmn Ismail Marzuki #cluster

RT @tyohan: @hotradero Bang, selain seni Bandung juga punya potensi untuk para freelancer & entrepreneur IT. Klo mo jd karyawan boleh deh ke Jkt.🙂

RT @lyndaibrahim: @hotradero U/ brand management di industri Fast-Moving Consumer Goods, banyak ‘lulusan’ P&G dan Unilever yg dianggap berprestasi. #cluster

RT @jamesdaus: @hotradero kalo bank lokal biasanya lulusan niaga & danamon lumayan laku di pasar tenaga kerja bankers. #cluster

Nah, pertanyaan terakhir: sudahkah anda sadar di cluster mana anda berada? (dan ke cluster mana anda akan melangkah…?)

RT @efenerr: @hotradero untuk Kemenkeu tenaga teknis dan administratis rata2 lulusan D3 STAN yang sudah siap pakai. #cluster

RT @jamesdaus: @hotradero pernah baca di infobank rata2 top level management bank adalah lulusan Niaga & Mandiri dengan Bpk. Robby Djohan sbg godfathernya.

Untuk skala global: Saya pernah lihat clustering-nya lulusan Harvard Business School (HBS) & Goldman Sach. Cukup “mengerikan”…

“@tigorsiagian: + Chicago Booth (dulu Chicago GSB) @hotradero re: skala global alumni HBS & Goldman Sach. Cukup “mengerikan”…”

“@lyndaibrahim: U/ olahraga Pilates, yg jd guru2 skrg kebanyakan didikan the Hadisurya sisters (Marga & Sisca) di Infinity Studio, Cipete.

Posted in: Uncategorized