tentang #konglomerat dari @hotradero

Posted on November 18, 2010

0


Konglomerat artinya campuran dari berbagai jenis komponen. Ini berlaku baik untuk menyebut batu ataupun bisnis. @Ce_Ce_ @oviktorlimbong

Kita sering keliru dgn mengartikan #konglomerat = pebisnis kaya raya. Bukan itu makna sejatinya. Seharusnya = ragam bisnis.

Jd Mang Udin yg menambang batu & pasir, buka rumah makan, punya angkot, punya kebon sayur – sudah bisa dianggap #konglomerat.

Tetapi perusahaan raksasa seperti Gudang Garam misalnya, krn cuma ada di satu bisnis saja – tdk bisa dianggap #konglomerat.

Fenomena #konglomerat sebagai bentuk bisnis dimulai di Amerika pd 1960-an. Perusahaan2 masuk ke bisnis2 baru yg tdk berhubungan.

Disebut resep 1+1=3. Bisnis #konglomerat dianggap bagus krn harga saham perusahaan pengendali bisa naik saat masuk bisnis baru.

Tp seiring waktu, #konglomerat sebagai model bisnis di Amerika tdk bisa berkembang. Mengapa? krn tdk bisa fokus & optimal.

Di Amerika, #konglomerat yg sukses bisa dihitung dg jari: GE, Berkshire Hathaway, Tyco, & segelintir lainnya. Sisanya? Pecah.

Kenapa begitu? Krn publik melihat, perusahaan #konglomerat yg tdk punya cash cow yg kuat – kelimpungan membiayai akuisisi.

Dan kompetisi dg perusahaan yg fokus pd satu bidang – membuat #konglomerat kalah bersaing pd industri baru yg mereka masuki.

Itu sebab, di luar Tyco – boleh dikata tdk ada #konglomerat baru tercipta di Amerika pd 20 thn terakhir. Semua cenderung fokus.

Jadi kompetisi lah yg kemudian “membunuh” model bisnis #konglomerat di negara2 yg ekonominya lebih maju & bersaing ketat.

Itu juga penjelasan mengapa di negara2 berkembang model bisnis #konglomerat bisa bertahan & malah makin menggurita ke mana2.

Tentu ada jg negara maju yg punya model #konglomerat spt Jepang – tp tdk ada pemain baru dlm bentuk itu sekian dekade terakhir.

Di negara berkembang: Korea Selatan, India, Indonesia, Filipina dan Malaysia – model bisnis #konglomerat masih berkembang.

Tdk demikian dengan di China. Sangat sedikit bentuk bisnis #konglomerat. Persaingan berlangsung amat ketat. Jd mereka fokus.

Seperti China, perusahaan2 di Singapura pun cenderung ke arah spesialisasi & bergerak menjauh dari model bisnis #konglomerat.

Hong Kong bersifat campuran. Ada beberapa #konglomerat besar & berpengaruh – tp lebih banyak yg sudah terspesialisasi.

Di Indonesia, kebanyakan dlm model bisnis #konglomerat mungkin krn tingkat kompetisinya rendah. Tp ada juga yg berbalik arah.

Kelompok Astra misalnya, dulunya #konglomerat tp sekarang sepertinya mengarah ke spesialisasi walau tentu tdk mudah juga.

Bakrie & Brother dulunya jg model bisnisnya #konglomerat tp sekarang perusahaan induknya lebih mengarah ke private equity.

Masih. Tp mungkin sebentar lagi naik kelas. RT @RezaTaufani: Korsel itu apa masih dlm kategori negara berkembang? Belum menjadi Negara maju?

Kalau persaingan meningkat – maka terdapat kecenderungan model bisnis #konglomerat akan berkurang. Bisnis akan terspesialisasi.

Posted in: Uncategorized