tentang industri keuangan global dari @hotradero

Posted on November 18, 2010

0


Baru selesai membaca laporan industri keuangan global. Ada angka2 tentang asset perusahaan investasi global. Siapa yg terbesar?

Hedge Fund BUKAN yg terbesar. Total Asset kelolaan mereka “hanya” sebesar USD 1,7 Trilyun. Itupun terbagi pd ribuan hedge fund.

Pengelola investasi terbesar di dunia adalah: Dana Pensiun. Asset mereka besarnya setara USD 28 Trilyun. Jadi 16x lipat hedge fund.

Jadi, investor terbesar BUKAN lah yg dianggap “ganas” seperti hedge fund – melainkan yg berorientasi jangka panjang: Dana Pensiun.

Siapa institusi pengelola investasi terbesar nomer 2 di dunia? Mutual Funds/Reksa Dana. Total besar kelolaan: USD 22,9 Trilyun.

Angka yg tadi sebutkan adalah angka pd posisi penutupan tahun 2009 sebagaimana dilaporkan oleh The City – UK. Pusat keuangan London.

Tahun2 sebelumnya memang Asuransi di posisi kedua. Baru tahun 2009 asuransi disusul oleh Mutual Funds. @aliscabastari

Nah, asuransi pd thn 2009 ini berada pd peringkat 3, dgn total dana kelolaan sebesar USD 20,4 Trilyun. Biasanya ada di posisi 2.

3 institusi tadi: Dana Pensiun, Mutual Funds, & Insurance Funds – tergolong asset konvensional. Total kelolaan: USD 71,3 Trilyun.

Siapa yg masuk dlm klasifikasi pengelola asset non-konvensional? SWF, Private Equity, Hedge Funds, & ETF. Itu urutan ukuran.

SWF (Sovereign Wealth Funds) di dunia seluruhnya memiliki total dana kelolaan sebesar USD 3,8 Trilyun. Siapa saja mereka?

Yg termasuk dlm SWF adalah institusi seperti Dana Abadi Norwegia, Temasek & GIC Singapura, China Investment Corp. dll.

Yg terbesar di antara berbagai SWF: Abu Dhabi Inv. Authority, Dana Abadi Norwegia, SWF Arab Saudi, SAFE China & GIC Singapura.

Siapa setelah SWF? Institusi Private Equity. Total dana kelolaan sebesar USD 2,5 Trilyun. Contohnya: Blackstone, TPG, Carlyle.

Private Equity (PE) biasanya membeli perusahaan dalam porsi besar – lalu merestrukturisasi-nya sebelum dijual atau di-IPO-kan.

PE berbeda dg Hedge Fund, krn HF semata membeli buat dijual dlm jangka relatif pendek. HF tdk mengubah manajemen perusahaan yg dibeli.

Contoh Private Equity di Indonesia: Saratoga Sedaya, Recapital, Northstar Pacific, dll. Mereka masuk & ikut rombak manajemen.

Barulah setelah Private Equity, urutan berikutnya Hedge Funds. Total kelolaan USD 1,7 Trilyun. Contoh: Soros Fund, Renaissance.

Private Equity tidak membeli lalu dipreteli, tp membeli lalu direstrukturisasi, termasuk dimergerkan dg perusahaan lain – baru dijual.

Kalau Corporate Raider: mereka membeli perusahaan yg sekarat, pegawainya di-PHK massal, lalu asset yg tersisa dipreteli & dijual.

Corporate Raider biasanya individu. Sementara Private Equity bentuknya perusahaan dg pemegang saham yg sudah tertentu.

Barulah sesudah Hedge Funds – ada yg namanya ETF (Exchange Traded Funds) mirip reksadana pasif yg mengacu ke suatu index.

Total kelolaan ETF di seluruh dunia mencapai USD 1 Trilyun. Bagian terbesarnya ETF indeks saham, tp ada jg yg komoditas dll.

Nah jadi total dana kelolaan institusi tadi (baik konvensional maupun non-konvensional) mencapai sekitar USD 80,3 Trilyun.

Nah, output ekonomi dunia setiap tahunnya bernilai sekitar USD 64 Trilyun. Bandingkan dg total dana kelolaan yg USD 80 Trilyun.

Jadi, dunia ini sebenarnya nggak pernah kekurangan investor & dana investasi. Masalahnya tinggal mau atau tidak jadi tujuan investasi?

Private Equity dananya dari individu atau institusi. Mereka melakukan penggalangan dana & terbitkan surat utang. @santishiva

Saya sering sebel sama org yg ngomong tentang “investor global” tp nggak bisa bedakan SWF, PE, HF, ETF, dll. Nggak tau ukurannya pula.

Begitu bilang: “investor asing” – yg ada di kepala cuma hedge fund & mereka anggap kelolaannya sudah segede dunia…

Padahal, investor global justru lbh banyak institusi bermotif sosial: dana pensiun, asuransi & reksa dana. Terkait kemaslahatan jutaan org.

Betul Hedge Fund biasanya pakai leverage (duit pinjaman) – tp jangan lupa: Hedge Fund pun terbagi2 & mereka saling berkompetisi.

Untuk setiap hedge fund yg ambil posisi long – bisa saja ada hedge fund lain yg ambil posisi short utk instrumen yg sama.

Wah macem2, semua tumplek RT @yanuariwan: kalo investor asing yang lagi banyak di Indonesia sekarang ini, dari kelompok yang mana bang?

Biasanya Dana Pensiun & Asuransi. Prioritas pd keamanan investasi ketimbang hasil. RT @AuliaSidki: dan mereka yg paling tidak serakah om?

Itu sebabnya, kalau Indonesia masuk kelas “investment grade” – akan lebih banyak lagi investor2 seperti Dana Pensiun & Asuransi yg invest.

Selama ini, mereka mau sj invest di Indonesia – tp nggak bisa banyak2 krn Indonesia belum masuk Investment Grade. Dianggap beresiko tinggi.

Indonesia sekarang BB+ kurang satu tingkat lagi menuju investment grade. Kelemahan kita? Akuntabilitas pemerintah & korupsi. @didi_nata

Di besaran moneter – skor Indonesia sudah sangat bagus. Bahkan beberapa sudah melampaui banyak negara2 dg peringkat BBB+ atau A.

“@tigorsiagian: Lae @hotradero lupa satu kelas investor: Central Banks…🙂. Currently manage USD 9 trilyun +20% dari tahun lalu.”

“@yanuariwan: mnrt prediksi Indonesia masuk ke investment grade thn 2012, setelah moody’s dan S&P menaikkan rating di akhir tahun 2011.CMIIW”

Untuk S&P dan Moody’s memang investment grade-nya Indonesia akan tercapai sekitar tahun 2012. Tp utk Fitch mungkin tahun 2011 nanti.

Sebagai informasi, ada 3 lembaga rating yg paling banyak menjadi referensi pasar modal global: Standard & Poor’s (S&P), Moody’s, dan Fitch.

Tergantung prospek & keberhasilan restrukturisasi. “@santishiva: buat company yg dibeli oleh private equity, good news or bad news?”

Hasil merger 2 perusahaan: Standard Statistics & Varnum Poor List “@noorf: ngomong2 kenapa namanya standard & poor ya?”

Standard & Poor’s (S&P) sekarang ini adlh anak perusahaan The McGraw Hills Companies yg bergerak di bidang penerbitan buku.

Belum tau juga. Moody’s sengaja memilih tutup kantor Indonesia & Taiwan. Review utk Indonesia dilakukan dari Singapura. @tonymarpaung

Biasanya cuma berbeda delay waktu. Tp arahnya cenderung sama. “@santishiva: rating rate result fitch dan S&P berbeda jauh kah swing-nya?”

Nggak punya & nggak perlu. Entar malah dipake buat kolusi. “@triswandono: Bang, Indonesia punya sovereign wealth fund kaya Temasek gak sih?”

Anda bisa bayangkan kalau ada SWF Indonesia – terus duitnya malah dipakai membail out konglomerasi yg sedang kesulitan keuangan…

Posted in: Uncategorized