pidato dengan retorika dari @gm_gm

Posted on November 10, 2010

0


Saya tak ke UI, tak ke Istana. Saya coba ambil jarak dari “Obama-ria”. Tapi terharu juga waktu dia bilang, “Pulang kampung, nih!”.

Pidato Obama disambut hangat bukan karena kekaguman kita kpd Amerika, tapi karena ada sebuah negeri yg tak terlupakan, bernama Indonesia.

1. Yg patut dipuji dari Obama: pidato di depan umum dgn retorika yg bagus. Saya coba ber-“teori” kenapa di sini itu kini tak ada. #ret

2. Belum lama ini saya ketemu Erwin Parengkuan. Dia punya banyak pengalaman melihat kurangnya mutu “public speeaking” di sini. #ret

3. Seperti dikatakan @ulil, di antara para pemimpin Indonesia, hanya Bung Karno yg menonjol dlm soal ini. #ret

4. Bahkan dlm tulisan2-nya di tahun 1930-an, Bung Karno punya gaya menulis yg melibatkan emosi dan menggugah. #ret

5. Retorika berkembang atau tidak di masyarakat, terkait dgn suasana dan sistem politik dan tatanan sosial masyarakatnya. #ret

6. Ketika di tahun 1950-an politik bebas, dan banyak pula rapat umum di lapangan terbuka, retorika jadi penting utk berkomunikasi. #ret

7. Di masa “Demokrasi Terpimpin”, kepemimpinan terpusat hanya pada Bung Karno. Retorika praktis monopoli Pemimpin Besar Revolusi.#ret

8. Di masa Suharto, retorika mati. Bukan saja Suharto tak pandai pidato, tapi ini sistem politik yg otoriter birokratik. #ret

9. Dlm sistem politik itu, yg penting: instruksi dari atas. Pemimpin tak perlu mengajak & meyakinkan rakyat. Cukup dgn perintah.#ret

10. Instruksi tak perlu retorika. Cukup dgn sanksi. Apalagi disertai dgn kekuatan senjata dan teror. . #ret

11. Tak ada pemilu bebas. Menjadi wakil rakyat ditentukan dari atas. Gubernur dan bupati tak dipilih langsung. Tak perlu pidato. #ret

12. Di televisi, yg ada hanya siaran dan ucapan pemerintah. Khususnya menteri penerangan, Harmoko. Rakyat bosan? Tak peduli. #ret

13. Pidato umumnya datar, tak perlu ada “kepribadian”, sebab kepribadian berarti menonjolkan diri, dan itu tak sesuai dgn birokrasi. #ret

14. Apalagi di sekolah2 umum, tak ada pelajaran retorika. Bhs Indonesia diajarkan sbg hafalan, tatabahasa, dan bacaan yg terbatas. #ret

15. Pelajaran bhs Indonesia tak dikaitkan dgn kemampuan menyampaikan pidato, akting teater, atau debat. Bahkan juga komposisi. #ret

16. Ini berbeda dgn pelajaran bahasa di AS dan di negeri lain. Maka tak mengherankan, Obama pandai berpidato. #ret

17. Bahkan seorang Mike Tyson bisa bicara lebih urut kalau diwawancara TV, ketimbang seorang pejabat Indonesia. #ret

18. Apalagi dlm bicara di depan umum. Pejabat bisa bicara panjang sekali, kering, tak ada yg jenaka, dan kadang2 kacau. #ret

19. “Birokratisasi” bahasa tulis dan lisan ini bahkan menjalar ke dunia universitas. Termasuk dlm acara penting, misalnya hari wisuda. #ret

20. Di AS, di hari wisuda, universitas menghadirkan penceramah dari nama terkenal yg isi pidato + gayanya memberi inspirasi. #ret

21. Di Indonesia? Beberapa tahun y.l. saya hadir di hari wisuda UI. Rektor pidato. Isi + gayanya seperti laporan direktur rumah sakit. #ret

22. Sejak demokrasi politik pulih, sejak Reformasi, seharusnya Indonesia mulai menampilkan pemimpin dgn retorika yg asyik dan bermutu. #ret

23. Tapi kelaziman “Orde Baru” yg otoriter-birokratis terus. Dari semua presiden sejak Reformasi, hanya Gus Dur yg paling ulung. #ret

24. PIdato yg bagus: ada yg cerdas-jenaka (“witty”), ada yg informatif, menggugah dan membuat orang berpikir lebih jauh. #ret

25. Gus Dur memang sering kali terlalu banyak lelucon, yg kadang diulang-ulang. Tapi tentu jauh lebih baik ketimbang Megawati…#ret

26. SBY punya enersi + suara yg bagus. Juga serius. Tapi kaku, formal, tak tampak spontan. Ada yg retoris di sana-sini, tapi kurang “witty”.

27. Untuk jadi “witty”, diperlukan sikap kreatif, jenaka tapi tak jadi badut, kemampuan memilih kata dan panjang kalimat yg kena. #ret

28. Juga perlu kemampuan menggunakan apa yg disebut “punch line”: kalimat yg menohok, yg layak dikutip karena isi dan kejutannya. #ret

29. Kapan kiranya Indonesia punya pidato yg layak disimpan dlm kenangan dari pemimpinnya? #ret

30. Kalau pendidikan bahasa diperbaiki, demokrasi + kebebasan ekspresi berkembang, dan TV tak diisi talk-show yg itu-itu saja. #ret

RT @erwinparengkuan: Banyak membuang waktu&kata adalah musuh Public Speaking.Materi, kepribadian kita&audience adalah yg utama. @gm_gm @TALKincorps #bukuClick!

Posted in: Uncategorized