tentang wedus gembel, teh + kopi, kebiasaan mandi di eropa dan garam dari @hotradero

Posted on October 29, 2010

0


twit ala bajaj, begitu @hotradero menyebut kultwitnya, karna paralel dan suka nyambung kesana kesini, however, it’s still rich and fun for me🙂 – twitpocket

Udara memang mampu menyimpan panas dg kapasitas sangat tinggi. Jadi area yg dilanda awan panas akan terbakar. @viviaivi

Penduduk di pulau Jawa menyebut awan panas dg nama “wedus gembel” – karena dari kejauhan bentuknya seperti bulu domba.

Teman2 yg tempatnya dilanda hujan abu vulkanik – hindari pakai contact lens. Kontak abu dg udara & air mata bisa berbahaya.

abu vulkanik & air – bila tercampur & lalu mengering – dapat mengeras seperti semen.

Untuk sementara pakai kaca mata dulu. Lebih aman. @eight_vanie

Awan panas atau wedus gembel istilah vulkanologi nya pyroclastic. Suhunya bisa 250-400 derajat celsius.

Karena suhu sepanas itu, maka apapun yg tersentuh awan panas itu akan terbakar.

Iya, utk yg tipe panas, tp jarang. RT @dinivaldiani: td kt narsum di tv one awan panas suhunya 700-800 c, kcepatan 200-300km/jam benarkah?

 

Nggak tau soal teh tubruk. Kalau yg kopi – ada kaitan dg kota dagang Arab (Libya) Tobruk di Afrika Utara @assyaukanie @deelestari

Menyeduh kopi cara org Arab adlh yg paling sederhana: serbuk kopi di cangkir disiram air panas. Cara daerah lain lebih rumit.

Di tempat lain ada yg diseduh terpisah (dua kali), ada yg harus pakai poci khusus berleher sempit, ada yg airnya hrs mendidih 2-3 kali.

Teh & Kopi saat masuk benua Eropa – ikut membantu memperpanjang usia penduduk Eropa. Kenapa? Karena sebelumnya mereka cuma minum bir.

Dgn masuknya kopi & teh – org Eropa mengenal air yg harus dipanaskan sampai mendidih utk menyeduh kopi & teh. Krn mendidih – kuman mati.

Sebelumnya, org Eropa cuma kenal bir, yg sesudah dibuat disimpan dalam gentong sampai berbulan-bulan. Minuman yg sebenarnya tdk higienis.

Dgn diperkenalkannya teh & kopi – penyebaran dysentri di Eropa bisa ditekan – krn muncul kebiasaan merebus air sampai mendidih.

Sebelum itu, org Eropa jarang minum air yg sdh dididihkan. Dan orang Eropa abad pertengahan minta ampun joroknya dan juga penyakitan…

Betul. Bir sudah ada sejak jaman Babilonia. Dan jd bagian dari ritual agama & bersifat prestisius. @agkarim

Hukum tertua di bumi: Code of Hammurabbi ikut mencantumkan pasal-pasal yg mengatur produksi & konsumsi bir. Jd tdk boleh sembarangan.

Eropa abad pertengahan itu sangat terbelakang & jorok. Tapi mereka agresif mengubah diri – terutama setelah Renaissance. @mira_saputri

Sementara org Romawi Kuno sangat rajin mandi – org Eropa abad pertengahan sangat jarang mandi. Dibilang 10 abad tanpa mandi.

Bisa jadi. Bir, dulu menjadi komoditas penting & berharga di Babilonia. Orang bisa berkelahi gara2 rebutan bir. @assyaukanie

Tdk jarang org Eropa abad pertengahan mandi cuma sekali atau dua kali dlm setahun. Baik rakyat jelata ataupun bangsawan sama joroknya.

Masa Dark Age (Abad kegelapan) di Eropa. Dari runtuhnya Roma sampai Renaissance. Kira2 10 abad. @aliscabastari

Salah satu biang kerok joroknya Eropa: Telanjang dianggap tabu habis2-an. Jadi mandi pun ikut ketularan – dianggap kegiatan tabu.

Beda dg Romawi & Yunani yg tdk menganggap telanjang itu sesuatu yg tabu. Dulu Archimedes lari2 telanjang sambil teriak “Eureka…!”

Betul, sesudah Perang Salib & ketemu org Arab – baru org Eropa mulai sadar bahwa mereka jorok banget (dan juga bau). @loethils

Tapi kebiasaan mandi itu lama baru meluas. Utk menutupi bau badan, org Eropa menggunakan parfum dlm skala besar.

Org Perancis tuh yg maha jorok (sampai sekarang jd bangsa Eropa paling jarang mandi). Mereka beli parfum dari Jerman.

Dipopulerkan dg sebutan “Eau de Cologne” (“Air dari Cologne”) merujuk kota Cologne di Jerman yg jadi sumber pewangi badan.

Dulu di jaman Yunani – semua cabang olah raga dlm Olimpiade dipertandingkan sambil telanjang. Atletnya tdk pakai pakaian. @DragonoHalim

Nggak tau kenapa bisa telanjang dianggap tabu secara ekstreme di Eropa. Mungkin sejak semua aturan secara ketat ditulis oleh Gereja.

Dan karena Gereja saat itu urusannya soal akhirat (Semboyan “Memento Mori” = “Ingat akan mati”) – maka soal duniawi dianggap dosa.

 

Soal rasa, tiap garam berbeda – krn kandungan mineralnya berbeda2 dr satu tempat ke tempat lain, baik laut/tambang. @PakBondan @dejahanam

Tp kalau garamnya sdh dimurnikan (cuma berisi NaCl) – maka rasanya akan sama – baik yg ditambang atau hasil diuapkan. @dejahanam @pakbondan

 

Posted in: Uncategorized