pernikahan adat batak dari @hotradero

Posted on October 24, 2010

0


Lebih setahun tidak ke acara pernikahan Adat Batak; ternyata ada perubahan. Tamu pria lebih banyak yg berkemeja batik dibanding yg berjas.

Di luar itu tdk ada yg berubah: pesta perkawinan adat Batak selalu sama: tamu yg terbagi tiga, musik yg berisik, & orang2 yg bersuka cita.

Di setiap pesta pernikahan Batak – tamu terbagi 3: dari pihak keluarga pengantin pria, keluarga pengantin wanita & yg tergolong”nasional”

Pernikahan orang Batak tidak pernah berupa pernikahan 2 orang semata: selalu merupakan pernikahan yg melibatkan sedikitnya 2 keluarga besar..

Maka agar tidak salah posisi – di pintu depan biasanya lagsng terbagi 2: ke kiri tempat paranak (kel. pria), ke kanan parboru (kel. wanita)

Tamu yg bukan orang Batak – biasanya diberi tempat sendiri yg disebut “tamu nasional”. Itu jg sinyal bahwa menu makanan di situ halal…🙂

Pengantin spt biasa duduk di depan bersama keluarga masing2. Yg unik adalah adanya “tim negosiator” yg berhadap2-an di baris terdepan.

Kedua pihak (kel. pengantin pria & wanita) punya juru bicara tersendiri. Dipimpin oleh org yg disebut “Raja Hata” – itu kepala negosiator.

Dalam adat Batak, perdebatan & negosiasi dlm adat itu hal biasa. Para “Raja Hata” ini yg jago soal itu & biasanya turun temurun.

Maka jangan heran bila di bidang hukum orang Batak jadi dominan. Mereka sudah terbiasa “berlatih” turun temurun selama berabad-abad.

Dalam adat Batak – salah ngomong bisa celaka. Padahal banyak hal hrs dirundingkan. Itu sebabnya kedua pihak keluarga mewakili pd Raja Hata.

Para Raja Hata itu negosiator sekaligus “lawyer” hukum adat. Posisi penting yg sangat dihormati di masyarakat Batak. Bkn sekadar silat lidah

Pemahaman atas hukum adat sangat penting. Mengapa? Krn tiap orang Batak secara bergantian punya posisi khas dalam Adat: Dalihan na Tolu.

Orang yg tdk tahu posisinya apa & sedang berhadapan dg siapa & membicarakan apa – bisa kena masalah besar & dianggap tidak tahu adat.

Tidak tahu adat adalah bentuk kehinaan terbesar dlm masyarakat Batak. Soal hukum adat Batak ini yg pernah dibahas Thomas Stamford Raffles.

Raffles menyatakan kekagumannya bahwa org Batak saat itu dianggap “primitif” ternyata punya sistem hukum sosial formal & kompleks.

Apakah org Batak dulu kanibal? Kemungkinan besar iya. Sblm Nommensen datang (org Jerman pendiri HKBP) dua missionaris tewas. Diduga dimakan.

Ada dugaan Nommensen bisa selamat – ia bisa main musik (harmonika) & bernyanyi. Dua hal yg bisa membuat orang Batak “lupa” dari rasa marah.

Betul. Yg tdk makan babi disebut parsubang🙂 termasuk jug kaum Batak Muslim RT @sophieNavita: Parsubang:) pdhl bkn dr subang.hehe

Pihak perempuan akan diangkat jd anggota marga sesuai ibu. RT @sungqono: Nah kalo kawinan batak dan non batak gimana tuh perlakuannya#batak

Trims. RT @vonBelle: missionaris munson & lyman, sesuai konfirmasi benar dimakan, telapak tangan kanan yg paling manis utk hidangan raja.

Nah, ini penjelasan yg lebih spesifik RT @goklastambunan: Parsubang = Mereka yg berpantang.

Mungkin saya harus koreksi sedikit – tadi itu bukan “Raja Hata” tapi “Raja Parhata”. Hata = Ucapan. Raja Parhata = Juru Bicara.

Tadi sih cuma ada sedikit rokok – tapi ada banyak bir🙂 RT @AdethBrRegar: rokok ngepul, konde bikin sakit kepala, semua ngomong jd rame

Ada bagusnya juga kalau ke ulaon (pesta) adat Batak boleh pakai batik, akan lebih nyaman & saya paling malas pakai dasi & jas.

Sepupu saya minggu lalu menikah dg perempuan Jawa. Pengantin perempuan diangkat marga sesuai dg marga ibu mempelai laki2. @arnividi

Dlm adat Batak – posisi “Tulang” (saudara lelaki ibu) sangat kuat, dihormati & jadi penentu akhir. Dianggap pelindung pihak perempuan.

Jadi, kalau ada pria Batak menyia-nyiakan istrinya — maka ia harus siap berhadapan dg murka keluarga istri – terutama pihak Tulang.

Struktur hukum adat seperti ini yg memperkuat struktur masyarakat Batak hingga bisa bertahan hidup di lingkungan alam yg keras.

Berisik ya🙂 RT @mrshananto: aku sudah 2 x ke kawinan khas Batak🙂 1x dg babipanggang di tengah ruangan, 1x pemberkatan di HKBP *bangga*

Babi yg dimaksud tadi (disebut “pinahan”) – punya nilai khusus. Penghormatan bg yg menerima. Saat membaginya tdk boleh salah. #batak

Ada saatnya bukan babi/pinahan yg dibagi – tp ikan mas. Kapan babi & kapan ikan mas – ada aturannya sendiri. Bukan masalah selera.

Iya. Acara pesta pernikahan Batak memang bisa seharian. Tapi yg saya pernah datangi biasanya sih tdk lewat jam 7 malam.🙂 @widartoadi

Jambar = Hak. Itu pondasi Adat Batak. Siapa berhak atas apa & berhak melakukan apa. Orang yg tidak punya jambar/ hak dianggap tidak ada.

Hehehe iya. Nggak salah membagi aja udah kayak berantem.. RT @vonBelle: Bagi jambar spt org berantem, tawar-menawar juga spt org berantem🙂

Dijamin! RT @bang_sur: dan ga ada malam pengantin shabis pesta ya bang katanya,krn mempelai udah capek ngikutin prosesi adat itu ya bang🙂

“@kreshna: Sy trkesima dgn yg ini >> http://plixi.com/p/45733764 Tuan rmh brjalan mundur sambut tamu yg bw “seserahan”. Explanation, pls.🙂

Itu bentuk saling menghormati – baik dari yg memberi maupun yg menerima. Perhatikan juga posisi tangan – keduanya arah berlawanan.

Yg ada di atas kepala itu namanya “Tandok” – yaitu wadah anyaman yg berisi beras – sebagai kontribusi org yg hadir dalam upacara.

Dlm pesta pernikahan Batak – semua yg hadir punya peran tertentu. Dan karena itu pula maka punya hak/jambar – itu eksistensi kehadiran.

Dari keluarga scr luas. RT @a_gek: Raja parhatta harus dari lingkungan keluarga 2 belah pihak atau bisa dari luar.. Horas jala gabe.. :))

Yg dirundingkan itu jambar. Siapa berhak menerima apa dlm bentuk & besaran RT @evanurwita: terus apa yg biasanya dirundingkan d dalamnya?

“@hotradero Pak, terbayang ceritanya. Saya kenal seorang batak yang sangat bangga dengan pernikahan bataknya. Storynya http://bit.ly/cKQUNS

Iya, betul juga. Panitia masih tetap harus pakai jas. Tamu sudah boleh pilih pakai jas atau batik🙂 @rikardobonar re:Hasuhutan bolon

Saya jg nggak tau banyak. RT @tonymarpaung: mayoritas orng batak skrg apalagi di perantauan tdk tahu ttg adat. trmasuk saya.

Namanya juga “tetanggaan…” RT @herlin_adeline: Sama spt pernikahan org nias🙂 RT: Batak tidak pernah berupa pernikahan 2 orang semata

Yg terbunuh? Setahu saya sih Missionaris Baptis. Kalau mereka sukses – mungkin ibadat orang Batak bisa lbh mirip Afro-American @tiariaji

Praktek kanibalisme tdk sebagai santapan sehari2. Hanya dlm keadaan khusus. Biasa terkait praktek magis & perang. @saintpooney

Sebelum missionaris datang – org Batak punya kepercayaan lokal bersifat animistik (percaya pd roh) Contoh penganut : Sisingamangaraja XII.

Krn orang Batak memang maunya beda RT @don_sin: kenapa di sumut kristen bisa dominan? Padahal diapit aceh & sumbar yg islamnya kental.

Dalam Perang Aceh, banyak org Batak yg disewa kaum Aceh sebagai tentara bayaran. Ini juga terjadi saat perang Paderi oleh kedua belah pihak.

Jadi memang orang Batak punya “bakat alami” utk jadi tentara profesional. Itu jg yg terlihat jelas jejaknya di TNI kita.

Raja parhata selama ini saya cuma temui di acara pernikahan. Mungkin nggak cuma itu.RT @itshugaya: raja hata hny buat kawinan aja bang?

Hahaha ya betul. Dalam bahasa Batak tidak dikenal kata “maaf”. Cuma ada kata “permisi” (Santabi). @sophieNavita @goklastambunan

Nah, anda bisa bayangkan betapa sulitnya negosiasi di sebuah kebudayaan yg dlm perbendaharaan kata-nya tidak ada kata “maaf”…

“@goklastambunan: @sophieNavita @hotradero …zepertinya kalian berdua zudah kental zundanya.tak zeperti äkü yang lebih kental,zawanya :-D”

Iya dong. Sub-etnis Batak RT @elnuevo77: apakah Mandailing itu termasuk orang Batak pak?

Setahu saya pihak perempuan bisa diangkat marga (bila asalnya bukan org Batak) tapi tdk bisa gonta-ganti marga @AM_Dna

Tidak juga. Semua org ada gilirannya jadi raja dlm acara adat. RT @widhy: apa marga dalam suku #batak mewakili strata ekonomi & sosial

Nggak dibagi. Tp memang ada negosiasi awal soal biaya dll. RT @mommiedhanis: angpaw jg biasanya dibagi 2 ya re:pernikahan batak @iikee

Tentang Marga: Tdk gonta-ganti – tp memang ada sub marga. Contoh saya yg bermarga Simatupang dari alur Sianturi. Saya bisa pakai salah satu.

Kakek moyang saya Simatupang punya tiga anak: Siburian, Togatorop, & Sianturi. Nah semua Siburian, Togatorop & Sianturi pasti jg Simatupang.

Saya nggak bisa bayangin…🙂 RT @DeeKallista: org batak brarti jarang yg nikah 2x ato punya 2 istri ya bang. Repot pestanya :p

Mirip. Prinsip “Dalihan na Tolu” memang dekat dengan “Tungku nan Tigo” di Minang RT @ucietz: Sama dengan niniak mamak di Minang ya Bang?

“@hotradero di nikahan org batak, kdg yg bikin malu itu, kalo yg di paranak/parboru ikut ngantri makanan nasional, kadang gak mau ngalah :(”

Betul. Sering alami itu, kalau sudah soal makan di jamuan pesta Batak — duh kayak takut nggak kebagian aja… (walau biasanya sih kejadian)

Ah masak sih sampai harus beli?🙂 RT @centhunk: kata tmn sya, klo nikahan ce btk & co bkn btk, si co hrs beli marga. gitu kah om? thx,.

RT @Nanaznantin: Nomensen tdk dimakan,krn setiba di tanah Batak, dia menyesuaikan diri tlbh dulu dgn budaya Batak…bahkan blajar bhs Batak.

Iya, Nommensen lbh sadar budaya. Juga pendekatannya via anak2 dulu lewat musik. Itu salah satu kunci suksesnya.

Iya. Nama & Marga orang Batak mustahil luput dr acara adat. RT @arnividi: Pada saat diangkat marga melalui prosesi adat juga kah?

Nggak lah. Generasi tua “korban mode”. RT @Jackgunktwo: Kalau misa ke gereja apakah wajib berseragam dgn jas/dasi bg lelaki? *seringlihat*

Kalau sudah diangkat marga – maka hak-nya akan sama dg perempuan Batak lainnya. RT @ZulkaMelati: Kalo istrinya bukan batak gmn?

Paman saya beristri perempuan Jerman. Bibi saya itu diangkat menjadi marga Pane sesuai dg marga nenek saya. Jd ia dilindungi Pane sedunia.

Itu agak repot. Harus dicarikan yg sepadan dg posisi Tulang dari anggota keluarga Dan RT @saintpooney: kalo gak punya Tulang, gimana om?

Jarang sekali ada orang yg tdk punya tulang sama sekali. Selalu bisa dicari posisi pengganti dr anggota keluarga di luar keluarga inti.

“@goklastambunan: seiring jaman,hidangan ulaon adat pernikahan [pesta unjuk] tdk babi lagi.sekarang sdh ada yg hidangkan lembu atau kerbau”

Ah iya. saya lupa ttg darah. RT @goklastambunan: meski tidak berbentuk babi,hidangan tetap haram.Karena dimasak dengan darah hewan tersebut

Betul. RT @KalamJalin: Tulang bukan cuma saudara laki2 dari pihak istri, tapi semua laki2 yang satu marga dengan istri. Begitu..🙂

Ada jg hubungan antar marga yg serupa Tulang & Bere (Paman & Keponakan). Yaitu antara Manurung dg Simatupang. Entah kapan itu dimulainya.

Saya sbg Simatupang – setiap bertemu orang bermarga Manurung – harus hormat. Dan sama dg itu – orang yg bermarga Manurung hrs melindungi.

Sinamot = Mas Kawin. RT @elnasinaga: Yang paling sensitif dalam pernikahan Batak adalah sinamot. Apa itu sinamot? =)

Sinamot/Mas Kawin dlm pernikahan Batak itu kompleks. BUKAN masalah besaran nominal-nya tetapi bentuk & pembagian jambar (hak).

Seperti saya jabarkan tadi – jambar = hak. Merumuskan siapa yg berhak atas apa & sebesar apa — jadi negosiasi serius dlm pernikahan Batak

RT @KalamJalin: Salah satunya ya sinamot atau tuhor ni boru, termasuk teknis pernikahan juga. Misalnya pesta ditempat paranak/parboru.

“RT @rikardobonar: Pinahan/kerbau dr paranak, ikan mas dr parboru re: Kapan babi & ikan mas dlm adat Batak.”

RT @goklastambunan: Pinahan diserahkan pihak yg lebih ‘rendah’.i.e Boru ke Hula Hula.Manakala Ikan Mas-Dengke sebaliknya.Hula Hula ke Boru

Tuh kan, dalam prosesi Batak nggak ada yg nganggur – semua ada posisi tugas & hak-nya. Maka harus hati2 dlm menjalani & me-negosiasikan.

Hmmm memang ada pembatasan soal pembagian jambar RT @KalamJalin: Orang yang belum menikah tidak berhak dpt jambar. Begitu ya?

RT @goklastambunan: Ulos,diserahkan oleh pihak yang lebih ‘tinggi’ kepada pihak yang lebih ‘rendah’ i.e.Hula-Hula ke Boru.Bukan sebaliknya

“@hotradero selain tulang,ada piahk kel yg namanya bona tulang, bona niari dr pria. Dr pihak wanita, ada tulang rorobot.”

“@hotradero @kreshna menghormati rombongan Hula Hula yang datang.Perhatikan tangannya.Hula Hula bersikap memberkati,tuan rumah-‘mnyembah'”

Belum pernah lihat yg sampai berkelahi gara2 salah membagi jambar – tp yg sampai keluar kata2 pedas – sering terjadi @MartinLeoo

“@rikardobonar: Tandok hanya dibawa undangan/pihak parboru RE: di atas kepala itu namanya “Tandok” – yaitu wadah anyaman yg berisi beras .”

Oh iya, tadi sempat saya bilang dlm bahasa Batak tdk ada kata “maaf”. Memang tdk ada istilahnya, tp Maaf itu diungkapkan dg tindakan.

Bagi orang Batak meminta maaf atau menerima maaf — sama sulitnya. Jadi biasanya diselesaikan dg cara bertemu & makan bersama.

Bila undangan dipenuhi & acara makan berakhir – maka kesalahan dianggap sudah hapus. Tidak diomongkan atau diungkit2 sama sekali.

Iya. Dalam prosesi pernikahan Batak – pengantin bisa terima puluhan hingga ratusan ulos. Sampai butuh lemari tersendiri. @gheahmadwirja

Martumpol artinya berkumpul – biasanya sudah ada agenda tertentu RT @verlysavio: klo martupol itu acara apa ya,,,?

Ada yg sebut Parmalim itu ritus gabungan Islam+Katolik+Animisme jd nggak murni “agama Batak” RT @aldosianturi: Parmalim

“@hotradero adalah luar biasa menurut saya, krn kami, silaen di jkt sama sekali belom pernah kenal silaen di palembang, tp mereka mau bantu”

Marga bagi perempuan adlh perlindungan. Ini juga berlaku bagi pria yg merantau. Simatupang se-dunia diwajibkan menerima saya bila bertamu.

Itu sebab mengapa orang Batak berani merantau. Karena mereka tahu, bahwa kerabat satu marga punya kewajiban membantu walau cuma sementara.

Betul, bila wafat tua – ada kewajiban potong kerbau. RT @IyutVB: prosesi kematian juga sangat ‘heboh’ dalam adat istiadat #batak

“@goklastambunan: sebenarnya dalam setiap prosesi adat Batak ada Raja Parhata.Pernikahan,Kelahiran maupun Kematian”

“@ralazza: temen cerita kl keluarga dia & calon istrinya smpt hot waktu nego soal biaya kawin. ngotot semua. pdhl pengantinnya nyantai2 aja.

Ya itulah gunanya punya “lawyer” eh Raja Parhata yg handal. Kalau dari awal manuver-nya sudah bagus — tidak perlu sampai ribut.

Sama-sama Melayu Tua. Seangkatan dg suku Karen di Burma & “Batac” di Filipina RT @antosuicide: kalo liat corak, warna, re: batak dan toraja?

RT sy senang kumpul di kel.Manik,marga suami, krn ongkang2 kaki.Kl jd boru, mesti kerja rodi tiada henti di pesta :p Cc@ingkantiara

Nah itu dia, sesuai dg adat – maka tiap orang Batak ada gilirannya harus memimpin dan dipimpin/bekerja. Semua dapat giliran.

Beda sedikit. RT @r7olles: bang, prosesi perkawinan adat batak yg sedang dibahas ini kan di batak kristen, kalau batak islam apakah sama?

Di Batak yg Muslim – biasanya lebih sederhana & hewan yg tersaji 100% halal (biasanya sih ayam).

Prinsip pembagian & giliran tugas itu yg membuat posisi jd egaliter. Ini jg bisa terlihat jejaknya pd penggunaan sapaan berdasar kelamin.

Sesama Pria Batak (netral) – menyapa “Lae”. Sesama wanita Batak – (netral) akan menyapa “Eda”. Antara pria & wanita – akan menyapa “Ito”

Iya. “hot-rade-ro” itu ada artinya dlm bahasa Batak. RT @rorahutauruk: Marga simatupang berarti ya bang, nama abg juga punya arti kn?

“Pak @hotradero..setau saya di keluarga batak itu ada nomor-nomornya,apakah itu berpengaruh besar di pesta perkawinan?”

Yg dimaksud nomor tadi adlh keturunan nomer berapa. Pria Batak wajib memelihara dokumen bernama “Tarombo”. Itu daftar silsilah.

Dari Simatupang – saya adalah keturunan nomer 16. Jadi saya bisa telusuri semua kakek moyang saya sampai 16 level ke atas.

Ini kutipannya: Simatupang – Sianturi – Lumban Mataniari – Baginda Malim – Namora Mandailing – Parsaung Aji – Tandang Ni Begu – Ompu Lansum

Itu tadi baru sampai nomer 7 — saya punya catatan sampai ke nomer 16 yaitu saya sendiri. Hebat kan? 😉

“Di Sibolga kambing🙂 RT @hotradero: Di Batak yg Muslim – biasanya lebih sederhana & hewan yg tersaji 100% halal (biasanya sih ayam).”

“@hotradero nomor berpengaruh pada posisi kita. Bisa saja umur kita lebih muda, tp krn nomor marga lebih tinggi kita jadi abang atau ompung”

Hotradero itu nama tambahan saja. RT @andrihardiandi: emng hotradero itu marga bang? Kyk nama org latin, mexico gitu🙂

Tinggal dikali 25 th ya sekitar 400 thn lalu. RT @Anizaryasmeen: kalo dari 16 level, nenek moyang pertama kira kira tahun berapa?

Tidak terkait usia (lebih tua atau muda). RT @lariza_adisty: maksudnya netral apa pak? (Re: sapaan antara laki-laki dan perempuan)

Saya pakai angka konservatif saja 25 thn. Kalo 40 agak kejauhan, tp boleh juga. RT @KalamJalin: Satu sundut bukannya 40 thn? Re: nomor

Pake Lembu/kerbau (gaja toba)minus babi “@KalamJalin: Di Sibolga kambing🙂 RT @hotradero: Di Batak yg Muslim hewan yg tersaji 100% halal.”

Adat Batak itu sebenarnya bisa fleksibel – kalau ada “Dos ni Roha” (kesepakatan hati) – maksudnya kesulitan bisa dinegosiasikan.

RT @josephsihotang: nomor berpengaruh pd posisi kita. Bisa sj umur lebih muda, tp krn nomor marga lebih kecil kita jadi abang atau ompung

Iya. Daripada bilang maaf – tp cuma di mulut… RT @jvzman: Ini gentlement agreement yg keren re:maaf&undangan makan

RT @GloriaBlessca: mau tny. Papi sy jawa, tp dia diberi marga harianja. Jika sy mencari psagn batak, apa hrs di luar ‘kekerabatan harianja’?

Ada yg bisa bantu @GloriaBlessca tentang semisal calon suami marga Harianja – padahal ayah diangkat marga Harianja?

Dalam adat Batak – pria & wanita yg berasal dari satu marga walaupun bukan saudara kandung – dilarang menikah.

Iya, itu semboyan dlm bahasa Batak RT @lucyudistira: kakak ipar sy kerja di PT Dos ni Roha , ternyata bhs batak ya

Kira2 30-40%. RT @sakuravina: Boleh tanya kira2 ada berapa persen batak yang Muslim? Dan apakah jadi dibedakan dgn yg non muslim?

Saya punya paman (alm) marga Siregar Muslim. Ibu Mertua saya Siregar Kristen. Siregar kalo nggak salah hampir sama banyak Islam & Kristennya

I ma tutu RT @_winer: “aek godang tu aek laut. Dos ni roha si baen na saut” (air yg banyak membentuk laut, kesehatian yg membuat berhasil)

baru tau RT @tonymarpaung: tp dikmpng blh nikah dlm satu kel marga. misal napitupulu dan marpaung dlm sonakmalela. anehnya, dikota dilarang.

Keluarga ibu saya beraneka ragam: Ada yg Kristen, ada yang Muslim, ada yg Katolik. Semuanya 100% Batak. Nggak pernah ada masalah soal adat.

RT @ernipakpahan: @GloriaBlessca harianja itu masuk kumpulan siraja sonang. Sama dgn samosir, pakpahan, gultom, dan sitinjak. re: harianja

Si Raja Sonang = Si Raja Senang…🙂 Eh iya, ibu saya Pakpahan.🙂 paging @ernipakpahan

‘@hotradero Mertuaku mrg Sitanggang kawin dgn mrg Tanjung, tp adat&bahasa spt Padang (ambo, ma/patuo, rancak), Muhamadiyah bgt. Beda bgt ya.”

Iya, kalau yg dari Selatan biasanya kuat perpengaruh budaya Minang & Muslim. @indiraabidin

Hahaha itu kewajiban pihak laki2🙂 RT @mariakalaij: Aku boru Manurung gimana.Harus melindungi bang Poltak yah? #Manurung-Simatupang

Misalnya pernah ada kesalahan dlm soal adat – “maaf”-nya dlm bentuk jamuan makan. @wahjoehidajat

Semua marga boleh jd anggota, asal Kristen🙂 RT @de_poull: bang kl di gereja HKBP memang marga apa sj yg blh masuk atau ada aturannya

RT @_winer: ada beberapa marga yg sudah membolehkan saling mengawini diantara sub marga. Simamora, Aritonang contohnya.

Huria = Gereja = dari Kirche? = Church (Jerman) RT @deelestari: @assyaukanie It’s “Huria”, kalo ga slh artinya Perkumpulan.

“Etnis Cina jg dilarang menikah dg semarga. Saya di wanti2 ga boleh nikah dg sesama marga ‘chen’ atau ‘tan’ (bhs. Hokkiannya) @hotradero

RT @DragonoHalim: @chic_sera bener.. karena “qiong”-nya itu, konon marga itu berasal dari satu keluarga yg sama..🙂

RT @wilsonsitorus: Menurut Sitor (Toba na Sae) frasa huria diambil Nommensen dari orang Batak

Nomer menunjukkan “senioritas” berdasar urutan keturunan RT @DendrianaGratia: ini mksdnya sub marga gitu?yg dimaksud nomer2 itu apa ya?

Setiap Sianipar punya nomer urut masing2 sejak dari Raja Sianipar RT @olaolipe: om kalo sianipar urutan keberapa?

Nah bisa dilihat kan, bagaimana orang Batak bisa saling bersaudara hanya via marga – entah lewat ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, dll.

Ini yg membuat tugas Raja Parhata jd rumit, krn mereka harus identifikasi setiap orang yg berpotensi hubungan saudara & posisi dlm adat.

Tarombo itu turun temurun. Saya no. 16, Ayah saya No. 15. Anak laki2 saya no. 17. Begitu diterukan turun temurun RT @DendrianaGratia:

Tergantung daerahnya juga sih. Ke Selatan makin banyak. Ke Utara sedikit RT @MOSSADYeah: bukannya persentase Batak Muslim 25-30 persen bang?

Penyembah roh. Disebut sbg aliran animisme-nya Batak. RT @zuliettaz: Kalo sipelebegu apa artinya🙂 @hotradero

Sebenarnya krn tdk ada yg jadi penerus & tulang RT @gheahmadwirja: bang kalo orang batak gapunya anak cowo katanya kaya gapunya anak yah ?

Bisa dicari via keluarga. RT @nindagurL: papa sya batak samosir,wktu sya ty soal nomer2 itu,kata papa di samosir ga ada nomer silsilah😦

Dulu Tarombo (daftar silsilah) keluarga saya disimpan oleh Kakek (Ompung) – banyak kerabat yg cross check ke beliau.

Dalam tarombo – ada juga “panggoaran” (pe-nama-an) di mana gelar diwariskan tp tdk secara berurutan – tp berdasarkan amanat.

Sebelum wafat – kakek saya (mewariskan nama gelar-nya) kepada saya (bahkan sebelum saya lahir) – bukan kepada ayah saya atau cucu yg lain.

Nama kakek saya Melanchton Simatupang. Gelarnya? “Mara Cerdas”. Terus terang saya heran bagaimana beliau bisa dapat gelar itu.

RT @rikardobonar: Falsafah batak ‘Dalihan Na Tolu” “@hotradero: RT @IyutVB: Denggan mardongan tubu, Elek margeleng, Somba marhula-hula”

Kalau catatan Tarombo itu tidak saya teruskan – ya pasti nanti akan hilang juga. @DragonoHalim

Artinya: orang kampung atau rada kampungan🙂 RT @zuliettaz: berarti tau istilah PHH-parhutahuta ya ;p

RT @_winer: @hotradero Kalau kita lihat ke bulan, ada nenek yg sdg menenun. Itu Boru Deak Parujar. Nenek Moyang Pertama Raja Batak (mitos)

Kalau Sunda menyebut bayangan nenek yg ada di bulan itu dengan sebutan “Nini Anteh” *batakkelamaandibandung*

Nama asli biasanya jarang disebut setelah seorang Batak menikah. Biasa diganti dg gelar/sebutan. RT @hijrahasp: maksudnya nama gelar?

Di perkumpulan Batak – saya dipanggil “Ama ni Rachel” – krn anak pertama saya bernama Rachel. Ayah & Mertua saya disebut “Ompu Rachel”

“Poltak Hotradero Simatupang” tdk diucapkan & cuma tertulis di undangan acara semisal pernikahan. Demikian pula istri saya: “Nai Rachel”

Selanjutnya ada gelar yg diberikan berdasarkan reputasi. Biasanya setelah usia lanjut & berdasar nama dr pendahulu sebelumnya.

Ayah (urutan 15) saya mewarisi gelar kakek moyang No. 10 (Tuan Polha). Gelar ayah saya: Baginda Polha. Gelar inilah yg dicatat di Tarombo.

Iya. Saya anak pertama & anak saya cucu pertama dr kedua belah pihak RT @candysihombing: berarti @hotradero anak pertama re: ompu ni rachel

Betul. Itu uniknya. RT @sophieNavita: ada lelucon nama org batak hanya dipakai saat lahir,menikah dan di batu nisan.wkwkkk..

“@a_gek: kalau bagi pasangan suami istri yang belum atau sedang menanti momongan dipanggil Ama ni paima / Nai paima. CMIIW :))”

“@AroonPardede: kl anak laki2 blm pny anak,tp dr anak wanita sudah,maka nama ompung di+i dg “si”+nama cucu dr wanita,ex. Ompu “si”…”

Istri saya anak tunggal. RT @AroonPardede: kl mertua blm tentu bang. mertua dipanggil ompu “nama cucu pertama dr anak lakinya”

Mungkin karena terlatih bicara di depan umum RT @ebuddy2: RT @assyaukanie: Kenapa orang Batak bnyk yg jadi pengacara dan presenter TV?

Karena? RT @wilsonsitorus: teman saya bekerja dan menetap di jerman dan ketika punya anak dia kasih nama Melanchton. Tahu kenapa Bang?

Yg ini saya baru tahu. RT @endalayukallo: kristen yah? krn Melanchthon itu tgn kanan Martin Luther. Dan, di tapanuli mayoritas Lutheran

Saya berharap dg memahami latar belakang budaya Batak – mudah2-an kita bisa tahu mengapa orang Batak menjadi “Batak”…

twitpocket: still reading? apparently the post accidentally continued a little while later. here it is🙂

Sedang nyantai di rumah, setelah menghadiri acara pernikahan adat Batak yg berlangsung lebih dari 7 jam…

Karena ibu pengantin pria semarga dg saya, maka saya dianggap paman (“tulang”). Ini posisi penting dalam adat Batak.

Konsekuensinya? Saya harus tetap hadir sampai giliran memberi ulos pd pengantin. Itu berlangsung jam 7 malam. Acara sudah dimulai dr jam 12.

Dan setelah saya memberi ulos, pengantin masih di tempat & panitia masih berbenah – berarti acara sebenarnya masih belum usai.

Yg bikin lama sebenarnya adlh tiap pemberi ulos berusaha memberi petuah. Isinya sih itu-itu jg. Tapi tidak ada yg bisa melarang.

Betul. Setengahnya langit. “@JimzMorisson: Tulang=Hula-hula (satonga ni langit)”

Yg menarik, ada kerabat pemberi ulos yg tdk memberi petuah – tp membawakan lagu. Bagus sekali. Terharu. Sampai merinding mendengarnya.

Ulos yg diperoleh pengantin bisa mencapai ratusan helai. Disimpan di satu lemari pun bisa tidak cukup. Biasanya sih dijual sama pengantin.

Itu sebab di kelompok marga saya, jumlah ulos yg diberi sudah dibatasi – cuma 17 helai. Sisanya diganti dg uang tunai pengganti ulos.

Ulos adalah kain tenun khas tradisi orang Batak. Dulu dipakai utk pakaian sehari-hari “@afif_bustomi: Ulos itu apa om?”

Karena dulu dipakai sehari-hari, maka wajar saja kalau ada kegunaan praktis dalam jumlah banyak. Tapi sekarang tentu tidak.

Jadi makin panjang lagi petuah-nya….😦 “@FelixTambunan: ditandai dengan kalimat: tambai hamu ma..

Betul. Disimpan beberapa helai, sisanya dijual… “@AdethBrRegar: @hotradero ada jg yg simpen utk stock klo hrs mangulosi gk ush beli hehe”

Ulos pemberian orang tua atau mertua, biasanya khusus & tidak akan dijual. Dianggap benda pusaka.

Karena prosesi adat pernikahan Batak makan waktu panjang, maka satu gedung cuma cukup utk satu perayaan dlm satu hari.

Maka tidak heran kalau sewanya mahal dan/atau waktu tunggunya bisa sangat panjang. Tempat yg tadi sewanya sekitar Rp. 30 juta.

Sudah semahal itu, daftar tunggunya pun bisa sangat panjang. Tidak jarang lebih dari 6 bulan. Jadi mustahil untuk pernikahan mendadak.

Iya saya marga Sianturi dari jalur “Namora Mandailing” tapi kadang saya jg menyebut diri Simatupang (nama ayah-nya Sianturi) @liza_na70

Betul, sebagai Tulang sebenarnya hrs ikut prosesi somba2. Tp tadi saya telat datang (dan tetap saja lama nunggu giliran ulos) @lela_edison

Bila ikut acara adat pernikahan Batak, maka akan langsung berstatus sebagai orang Batak. Acara sih tdk akan berubah. @ninaevayanti

Salah satu paman dari pengantin pria dlm acara tadi adalah orang Australia. Karena sudah melewati prosesi, statusnya 100% Batak.

Weleh… Satu tahun??? ckckckck “@lela_edison: Benar bang,sy dulu booking gedung setahun sblm nikah:D

Belum termasuk makanan lho. “@in_fia: Waduh”@hotradero: Mk tdk heran kalau sewannya mahal. “Tempat yg tadi sewanya sekitar Rp. 30 juta”

Ini ada kritikan… “@sabar_tambunan: banyak muda/i Batak tertunda menikahnya gara2 biaya adat kawin. Manfaat ber Punguan nonsense..!

Sebenarnya pernikahan adat Batak pun bisa sederhana & lebih murah. Biasanya prosesi Batak Muslim lebih seperti demikian.

Warna khas Batak sih Hitam, Merah & Putih. Dulu dari arang, darah, dan kapur. @__azza

Posted in: Uncategorized