tentang Museum Fatahillah dan Pieter Erberveld from @hanityo

Posted on October 15, 2010

1


Wajar saja barang2 bersejarah INA disimpan di museum2 di Belanda. Museum disini lebih sring jd tmpt UJI NYALI drpd dipelajari.

Padahal, penjara bawah tanah Museum Fatahillah jauh lebih keren drpd “Broadway” di Alcatraz.

“Broadway” di Alcatraz mgkn bisa dilihat di film The Rock. Nothing special, tipikal penjara Amerika tahun 30-an.

Yg bs kita lihat di Museum Fatahilah sekarang hanya sebagian kecil dari penjara bawah tanah. Kompleknya sbenernya besar.

Tapi karena nggak dirawat. Penjara bawah tanah di Museum Fatahillah dibiarkan terendam air. Terutama di bagian halaman depan.

Yg tersisa hanya penjara bawah tanah kering, msh lengkap sih dengan bola2 besi pemberat. Itu ada di bagian samping Museum Fatahillah.

Untung Surapati, dan beberapa pengikut Pangeran Diponegoro sempat transit di penjara bawah tanah yg direndam air #MuseumFatahillah

Contrary to the popular believe. Diponegoro tdk pernah merasakan penjara bawah tanah. Dia dipenjara di lantai 2. #MuseumFatahillah

Tapi bekas ‘kamar’ Diponegoro jg sekarang ditutup. Alasannya apa? Karena tangganya rapuh, jd nggak blh dilihat. WTF right? #MuseumFatahillah

Tiang gantungan disitu jg udah hilang, pdhl ratusan nyawa meregang disana. The Governor had the best view pas eksekusi #MuseumFatahillah

Ada lukisan ttg hikayat Nabi Sulaiman di lt. 2 #MuseumFatahillah. Nah di deket situ gubernur& penggede Batavia saksikan eksekusi.

Di samping #MuseumFatahillah jg ada piagam eksekusi Pangeran PecahKulit. William Wallace-nya Batavia. Kalo itu msh ada & bs dilihat

Ironis lg nih, penjara bawah tanah di Lawang Sewu jd ngetop & dibuatkan “Wisata Malam Bawah Tanah” krn acara Dunia Lain. Bkn historisnya

Penjara bwh tanah di #MuseumFatahillah rata2 berukuran 3×3, tp dijejali oleh 20 napi or lebih. Sebagian diisi air kotor sebatas dada.

Tapi ada jg catatan yg blg bahwa penjara bwh tnh yg dihalaman baru dibuat thn 40-an sebagai bunker u/ antisipasi PD II.

Bener jg sih argumen itu, tp sebenernya itu penjara bwh tanah yg dimodifikasi menjadi bunker. Jd nggak start from scracth.

Bola besi pemberat tahanan VOC, beratnya 100kg. Dikaitkan ke kaki msg2 tahanan. Sadis? Iya sih, tp Untung Suropati prnh lolos drsitu.

Bukan hanya kriminal or pejuang yg pernah ditahan di penjara #MuseumFatahillah. Gubernur Belanda Vuyst jg prnah ditahan disitu krn Gila.

Penjara #MuseumFatahillah pernah operating at its full capacity pasca pemberontakan org Cina di Batavia.

Ribuan org cina ditahan disitu u/ kemudian dieksekusi di tiang gantungan tiap hari to make way for new prisoners. One for One inmate

Yaolo ditanyain jg, gw kira pass. U. Suropati dibantuin u/ lepas itu bola besi RT @Yogimagination: Gimana cara lolosnya bawa 100kg d kaki?

Yg bantuin Kak Untung namanya Suzanna. Putri seorang pejabat VOC yg in love dgnnya. Dia bawa kunci sel,& kunci gembok + sogok penjaga.

Maksudnya lukisannya sudjojono? RT @mrssumapradja:ada satu ruangan yang lukisannya sampai langit2, tapi nggak selesai, apakah ada ceritanya?

@mrssumapradja kalo iya yg itu, itu bukannya nggak selesai, tp emang rusak. Karena atap museum bocor & bingkainya dimakan rayap.

Tapi udah dikonservasi koq dan kerusakan diminimalisir, walaupun tetep rusak. Sayang bgt,pdhl itu lukisan itu keren banget.

@mrssumapradja kayaknya iya. Lukisan penyerangan mataram itu lukisan gede (3x10m),waktu dikoreksi, warna2 yg kena air dikelupas pakai kapur.

@mrssumapradja sekarang sih udah normal lagi. Udah berwarna semua, dan bingkai yg kena rayap jg udah diganti.

@mrssumapradja apakah ini lukisan yg dimaksud di #MuseumFatahillah ?? http://plixi.com/p/50019420

Lukisan dinding yg saya post td bkn lukisan kuno apalagi otentik. Itu dibuat thn 70-an oleh Haryadi. Br sebagian yg jd, sisanya msh sketsa

Lukisan itu tidak pernah diselesaikan. Nggak ada yg tau kenapa, tp rumornya sih masalah fulus alias kurang bayar.

Pelukis Haryadi sendiri meninggal thn 90-an, kalau pihak museum mau mah bisa contact u/ selesaikan. Tp ada fulusnya nggak?

Jadi lukisan tsb nggak selesai bukan krn ada peristiwa bersejarah apa gituu. Itu add-on & tdk diselesaikan krn fulus. #MuseumFatahillah

Kemarin saya sudah sedikit nyampah mengenai Museum Fatahillah, nggak lengkap ngomongin Museum Fatahillah tanpa Pieter Erberveld.

Papan Inkripsi eksekusi Peter Erberveld masih ada di halaman belakang Museum Fatahillah. Sementara monuumennya ada di Museum Prasasti

Tapi banyak yang bilang, monumen tengkorak yang Museum Prasasti itu hanya replika. Yang asli nggak tau deh diembat sama siapa.

Sebagai self proclaimed alternative historian. Dengan ini saya menyatakan Erberveld bukan asal-usul nama daerah Pangeran Pecah Kulit

Soalnya, saat Erberveld dieksekusi di selatan Stadhuis (Museum Fatahillah), daerah itu sudah dinamai sebagai daerah Pecah Kulit

Jadi gini, daerah itu dulunya adalah tempat penyamakan kulit sapi. Penyamakan kulit sapi basa Betawinya adalah “PECA”. Jadinya Peca’ Kulit

kalau jaman sekarang mungkin kayak pusat jok & bekleding kebon sirih kali ya? Dulu sentra kulit sapi ya disitu (Pang.Jayakarta skarang)

Erberveld ini adalah anak seorang juragan produk kulit asal Jerman. Ibunya asal Thai. Dari remaja sudah tajir karena mewarisi usaha babenya

Kalau Erberveld hidup di jaman sekarang, nggak mungkin dia jadi pengusaha kulit sapi. Mungkin dia sdh dikontrak Multivision u/ main sinetron

Karena selain ganteng, Erberveld ini juga sangat gaul. Terutama di kalangan pribumi ningrat. Tiada partay tanpa kehadiran Erberveld

Karena gaul itu pulalah, dia diversifikasi usaha jadi tuan tanah. Dengan akuisisi ribuan hektar tanah di Pd.Bambu dari seorang ningrat

Tanah yg di Pd. Bambu itu tadinya akan dijadikan sentra penyamakan kulit di Timur Jakarta, Bengkel kereta kuda & sentra kerajinan

Kesalahan Erberveld dalam akuisisi tanah di Pd Bambu adalah dia tidak mengurus surat tanah ke Badan Pertanahan VOC. Udah tau VOC korup

Karena itu VOC menyita tanah tersebut dgn alasan tanah ribuan hektar tsb tdk dilengkapi dgn akta kepemilikan tanah yg disahkan VOC

Erberveld naik banding atas penyitaan tersebut. Tapi, pengadilan VOC nggak jauh beda dengan pengadilan jaman SBY. Banyak mafianya

Apalagi Gubernur Jendral VOC masa itu (van Hoorn) jg punya profesi sampingan sebagai tuan tanah. Upaya banding Erberveld ya pasti kalah

Udah tanahnya disita, Erberveld juga didenda harus bayar 3000 ikat padi kepada VOC. Yihaa…

Setelah itu, Erberveld dendam banget sama VOC, dia nyari temen sesama tuan tanah yang tanahnya disita oleh VOC

Btw, korupsi VOC diceritakan di buku ‘Toko Merah Saksi Kejayaan Batavia Lama di Tepian Muara Ciliwung’ karangan Thomas Ataladjar

Kalo ente baca, praktik korupsi di jaman sekarang gak jauh beda sama korupsi di jaman VOC. korupsi Fiskus VOC = pegawai pajak sekarang

Karena senasib sama2 disita tanahnya. Erberveld jd deket banget dgn Raden Ateng Kartadriya, seorang landlord asal Banten.

Keseringan kongkow & ngobrol ngalor ngidul bareng. Erberveld&Kartadriya merencanakan rencana pemberontakan sebagai langkah revenge!!

Karena Kartadriya masih famili kesultanan Banten, doi bisa contact pasukan infanteri Banten. Total jendral ada sekitar 20ribu pasukan

Pasukan asal Banten tsb sudah siaga di daerah Karawaci sekarang. sudah full armored dan tinggal nunggu komando menyerang Batavia

Rencananya pemberontakan akan dilakukan pada malam tahun baru 1722. Tahun baru dipilih karena tentara VOC pasti msh pd hangover after party

Sayangnya, pemberontakan itu di-fait accompli. Karena dibocorkan oleh Prajurit Banten yang under VOC’s payroll

Sama seperti dlm film Gladiator. rencana pemberontakan Maximus Decimus Meridius jg gagal. Eberveld, Kartadriya & Co digerebek oleh VOC

Pasukan Banten yg siaga di Karawaci lgsg balik ke Banten, ketika mendengar Kartadriya ditangkap bareng2 Erberveld.

Erberveld cs ditahan & setelah melalui proses pengadilan selama 4 bulan. Erberveld cs dikenakan hukuman mati dgn metode yg sadis

Biasanya hukuman mati dilakukan di Stadhuis (Museum Fatahillah) tapi VOC punya selera humor tinggi. Eksekusi dipindah ke Kampung Pecah Kulit

Selain daerah tmpt tinggal Erberveld, Pecah Kulit juga ‘sejalan’ dengan rencana hukuman mati yang sudah direncanakan oleh VOC

Eksekusi quartering ala VOC dimulai dgn punggung diikat pada sebuah salib, tangan dibacok hingga putus, daging kaki & dada dicungkil keluar.

Kemudian jantung mereka dikeluarkan dan dilemparkan ke wajah para terhukum, abis itu kepalanya dipancung & tubuhnya ditarik kuda ke 4 arah

Jadi tidak benar mereka dieksekusi dgn ditarik kuda ke 4 arah ketika mereka masih hidup. Mereka sudah tewas pas jantungnya dikeluarkan

lalu, seperti William Wallace di Scotland. kepala Erberveld ditancapkan di Stadhuis, potongan tubuh lainnya disebar di seluruh Batavia

Sebagai peringatan dari VOC. Supaya orang2 di Batavia tdk memberontak or fuck w/ VOC administration

Jadi, Pangeran Pecah Kulit refers to Ateng Kartadriya. Pan dia yang ningrat asal Banten. Erberveld mah indo bule doank, bukan Pangeran

Yang nangkep Erberveld cs namanya Kompol Rykert (satu fam dgn Riijkard). dinaikkan pangkat & gajinya jadi 100 gulden sebulan.

Tapi ada alternative theory juga sih, ada yg bilang ‘rencana pemberontakan’ Erberveld itu tidak pernah ada. Ini semata2 bisnis

Selain di Pd Bambu. Erberveld juga miliki tanah bejibun di Utara Jakarta, yg dipandang akan menyulitkan VOC ekspansi pelabuhan & kota

Makanya pengadilan direkayasa & pengakuan dibikin. Kartadriya yg berkongsi dgn Erberveld pas beli tanah di Mauk,Tangerang jg kena

Kan gw udah bilang. Pengadilan VOC itu penuh rekayasa, sama dengan pengadilan di jaman kita sekarang

Slogan Van Hoorn jaman dulu adalah “Mari kita buktikan di Pengadilan”, gak jauh beda kan sama sekarang?

Landdrost (Kejaksaan) VOC jamannya Van Hoorn itu kotor banget, bisa membuat dakwaan2 kabur & penuh rekayasa. sounds familiar?

Lagian kalo pemberontakan. harusnya diadili di Raad van Justitie, bukan oleh Collage van Heemraden (pengadilan kriminal biasa)

VOC mendirikan monumen peringatan dilengkapi dengan tembok batu dan patung tengkorak tertusuk tombak diatasnya. ada tulisan basa Belanda

tulisannya intinya adalah ‘telah dihukum Pieter Erberveld. Dilarang mendirikan dan menanam apapun di tempat ini sekarang dan selama-lamanya’

Tembok dan Monumen aslinya ada di Pangeran Jayakarta. Lokasi pintu masuknya sejak thn 80-an udah jadi Showroom Auto 2000

Lokasi monumennya sekarang jadi ruko tukang jahit + ruko2 kos2an mbak2 yang kerja di Komplek Kota Indah 500 meteran dari situ

isi Komplek Kota Indah itu apa? ehehe panti pijat & tempat esek2 gan. udah ada Forumnya sendiri, nggak akan ane bahas disini. SELESAI

Ini saya lampirken foto daripada monumen peringatan Peter Erberveld aslinya. http://plixi.com/p/50220451

Ini tugu peringatan drpd Pieter Erberveld. Yg asli konon tengkoraknya Erberveld sendiri dilapisi logam. http://plixi.com/p/50220720

 

Posted in: Uncategorized