twitseries tentang HIV/AIDS dari @tifsembiring dan @fajarjasmin

Posted on September 30, 2010

0


semalam dan pagi ini timeline heboh oleh pendapat2 teman-teman tentang pernyataan @tifsembiring.

pagi ini saya melihat disebut-sebut nama @fajarjasmin.

Saya catat twit mereka berdua sebagai berikut, bagaimana pendapat teman teman?🙂

@tifsembiring:

1. Cegahlah diri anda dan keluarga dari penularan virus HIV/AIDS. Angka2 penderita dan penularannya selalu meningkat tajam setiap tahunnya.

2. MI 12/11/2009: “Penyebab HIV/AIDS dr Kaum Gay Meningkat Tajam”. Kata dokter: perilaku seks yg menyimpang adalah sbg penular virus tsb

3. Kata Al-Qur’an: Allah swt membalikkan bumi kaum nabi Luth, pelaku homoseks, menghujani mrk dngn batu, dari tanah yg terbakar QS 11:81-82

4. Penularan virus HIV/AIDS harus dicegah, juga penularan perilaku2 yg potensial membawa virus2 tsb. Sampai kini obat AIDS belum ditemukan

5. Kata Prof. Sujudi, mantan menteri kesehatan, agar mudah diingat singkatannya AIDS=Akibat Itunya Dipakai Sembarangan

6. Kata seorang Kiyai, jika melihat kemungkaran diam saja, itu sama spt syaithanul akhlash, maksudnya syetan gagu. Maka cegahlah kmungkaran

Biasa2 aja lagi, twitter itu kan utk komunikasi, kalau ada pendapat lain silakan sampaikan dg sopan, tdk usah emosi, stress, judge, represif

Mungkin pendapat2 positif dicatat oleh org2 tertentu, sejak kapan kita dilarang berpendapat di twitter. Mohon lbh dewasa lah, tdk menghujat

Saya justru sangat sedih kalau kita sdh tidak bisa lagi komunikasi baik2, contohnya?: tadi di jl ampera, kasus tarakan, sampit. Violence !!

Inti dari TL 1-6 adalah agar kita mencegah diri dari penularan virus HIV/AIDS, pengalaman @fajarjasmin justru pelajaran bagi kita semua.

Tidak ada di TL 1-6 pnstigmaan thd penderita HIV/AIDS, justru agr hati2 virus. Konteks prof sujudi saat itu adl kampanye anti penularan AIDS

sebelumnya, siapa @fajarjasmin? saya cantumkan juga apa yang ada di profile twitternya🙂

  • Bio A Certified Technical Writer, HIV-positive husband and father. A relentless soldier of life. Sometimes inspiring, sometimes boring. Always raw, gritty & honest.

@fajarjasmin:

I am damn furious and angry. Indonesia, look at what @tifsembiring said about HIV/AIDS, and tell me if you want this bigot as a leader….

The president is criticized for being slow. But at worst, he’s just indecisive. @tifsembiring actually spreads hatred.

Yesterday, it was about the gays. Today, it was about HIV/AIDS. We don’t really need to wonder why FPI hates with a gusto.

Ya ampun, saya marah banget. Don’t let me find you, man…

Tidak. Anda bukan seorang manusia seutuhnya. Kalau saya percaya bahwa Anda manusia seutuhnya, maka saya keledai.

Ini sumpah saya: Dia harus turun. Kita lihat saja.

Sekalian saya dokumentasi, kalau2 dihapus. Yang ingin tahu apa yang dikatakan Tiff : http://plixi.com/p/47803982

@tifsembiring Sebelum positif HIV, saya tahu saya bisa meraih bintang setinggi 5km. Sekarang, gak ada bintang yg terlalu tinggi buat saya.

@tifsembiring Pembunuh terbesar bagi pengidap HIV adalah stres karena stigma. Anda bisa jadi penyebar stigma tertinggi di Indonesia.

@tifsembiring Implikasinya, Anda secara figuratif adalah salah satu pelaku pembunuh penderita HIV. Bisakah Anda tidur karenanya?

@tifsembiring Dan jika Anda berpikir Anda membantu pencegahan HIV, Anda berpikir terbalik. Stigma akan menekan penderita utk sembunyi.

@tifsembiring Jika orang2 seperti saya terpaksa sembunyi, justru HIV akan menyebar karena kami takut berterus-terang.

@tifsembiring Akibatnya sinonim dengan denial rezim Afrika Selatan. Prevalensi penularan meningkat, org2 mati seperti anjing & kucing.

@tifsembiring Dan ini termasuk bayi2 yang tak berdosa. Artinya? Sekali lagi Anda punya peran dalam penghilangan nyawa.

@tifsembiring Dan tolong jangan berlindung di balik kebebasan berpendapat atau salah bicara. Anda pejabat publik yang membentuk opini.

@tifsembiring Kesalahan memang manusiawi. Namun tweet berseri 6 butir adalah sesuatu yang terencana. Indonesia tidak bodoh, Tuan..

@tifsembiring Jika Anda tak paham, saya undang Anda ikut sewaktu saya berobat rutin bulanan. Jangan berbicara sebelum Anda bertemu kami.

@tifsembiring Pandang mata kami dan pikir baik2: binatangkah kami? Kami semua manusia, Bapak. Dan Anda sedang membunuh kami.

@tifsembiring Saya menangis menuliskan semua ini. Bukan karena saya mengeluh, tp meratapi bayi2 yg orang-tuanya mati akibat stigma.

@tifsembiring Bayi-bayi, Tuan. B-A-Y-I. Lantas, bisakah Anda berbicara tentang Tuhan dan moralitas? Saya tidak.

@tifsembiring Seorang teman bertanya: kenapa saya repot2 menjawab Anda? Krn jika tidak, saya membiarkan teman2 penderita mati terlalu dini.

@tifsembiring Jadi hari ini, sebagai penerima stigmatisasi Anda; saya katakan dengan jelas, “Saya melawan…!”

Terakhir, @tifsembiring, opini Anda adalah validasi bagi kelompok garis keras yg mencari legitimasi. Selanjutnya apa? Kami dianiaya?

Tanggung, mari kita tuntaskan saja.

@tifsembiring Tahukah Anda bahwa stigma adalah alasan utama saya sempat tak punya pekerjaan dan penghasilan?

@tifsembiring Stigma juga membuat saya kehilangan teman2 dan relasi. Dulu tertawa bersama, skrg telpon pun tak dijawab.

@tifsembiring Tahukah Anda bagaimana caranya hidup tanpa penghasilan dan harus menafkahi keluarga, dan berobat supaya tidak mati?

@tifsembiring Dan kami bukan tidak mau bekerja, namun tersingkirkan. Saya bahkan sempat terpikir untuk melamar jadi sopir taksi.

@tifsembiring Pernah mencoba tidur dengan keharusan memilih: besok saya tes lab, atau beli makanan buat anak saya?

@tifsembiring Perlu jiwa yang besar luar biasa untuk bertahan dari situasi itu, -yang semuanya tercipta karena stigma.

@tifsembiring Yang pengobatannya cukup berhasil, bisa bekerja lagi, dan mendapatkan teman2 baru yang baik seperti saya? Cuma segelintir, Pak

@tifsembiring Bukan karena saya yang hebat. Tapi karena teman2 penderita lain yang dipaksa terpinggir dari masyarakat. Muaranya: kematian.

@tifsembiring Jadi tak perlu bingung mengapa kematian akibat HIV meningkat terus di Indonesia, KENDATI ada pengobatan gratis.

@tifsembiring Persoalannya selalu adalah cara pandang. HIV adalah penyakit. Titik. Tidak berhubungan dengan moral.

OK. If that didn’t work, I don’t know what would.

I know one thing for tonight. I’m incredibly exhausted.

Jadi terima kasih, Tuhan; karena saya hidup.

Posted in: Uncategorized