tentang warna, design, dan percetakan oleh… saya (@twitpocket)

Posted on September 29, 2010

2


halo teman-teman.. ini adalah pengetahuan yang saya kuasai.

tidak akan anda temukan di timeline saya. Karna langsung saya post disini🙂

mudah-mudahan bisa bermanfaat yah🙂

kita mengenal beberapa color mode di komputer.

dulu waktu saya SMP, warna itu dibagi jadi 3, warna primer, sekunder, tersier.

warna primer yaitu merah, kuning, biru. Warna sekunder yaitu campuran dari 2 warna primer. merah-kuning = jingga, kuning-biru = hijau, merah-biru = ungu. Warna tersier yaitu campuran dari 2 warna sekunder.

ternyata, ketika saya mendalami dunia design dan percetakan, color mode yang umum dipakai ada 3.

grayscale, dikenal sebagai black and white (BW), RGB (red green blue) dan CMYK (cyan magenta yellow black).

RGB umumnya dipakai dalam pembuatan web, dan grafik2 komputer.

dalam dunia percetakan, yang digunakan adalah, CMYK.

percetakan sendiri, dibagi jadi 2. percetakan digital (digital printing) dan percetakan offset (offset printing)

digital printing, menurut saya agak sulit menentukan batasannya. Pada intinya percetakan digital ini adalah yang bisa mencetak secara instan. Di dunia percetakan, digital printing terbagi lagi jadi 2. Satu yang mencetak banner, spanduk, dll. Satu lagi adalah yang mencetak kertas dalam skala kecil.

Kali ini yang saya bahas secara mendalam adalah offset printing yah. kalau ada yang tertarik, lain kali saya akan bahas tentang digital printing🙂

Pada dasarnya, offset printing adalah percetakan yang mencetak di media kertas (kecuali uang lho) dalam skala menengah – besar.

Apa saja yang dicetak? brosur, katalog, buku, poster, majalah, stiker berbahan dasar kertas, formulir, agenda, kalender, dan lain sebagainya.

Mengapa tidak skala kecil? Karna costnya jauh lebih mahal🙂

mari kita bicara tentang skala.

Jika kita ingin membuat brosur, berukuran A4 (21 cm x 29,7 cm) sebanyak 100 lembar, pergilah ke digital printing. Tapi bila kita ingin membuat dalam ukuran yang sama sebanyak 1000 lembar atau lebih, offset printing adalah jawabannya.

Pada skala kecil, digital printing : CEPAT, MURAH. Pada skala besar, digital printing: LAMBAT, MAHAL.

Pada skala kecil, offset printing : LAMBAT, MAHAL. Pada skala besar, offset printing : CEPAT, MURAH.

Banyak yang bertanya pada saya, filenya gimana? designnya gimana?

Bagi teman-teman yang tidak menguasai design, banyak graphic designer yang bisa dibayar untuk membuat design. Sudah banyak juga offset printing yang mempunyai in-house designer untuk membantu membuat design.

Tentu saja, MOSTLY, kualitas berbanding lurus dengan harga. Tapi TIDAK selalu. Maka yang penting adalah: SUPERVISI🙂

Para designer biasanya akan membuat design dengan program2 grafis, yang akan kemudian diberikan ke percetakan.

Bentuk file yang sering ditemui: .ai (Adobe Ilustrator), .psd(Adone Photoshop), .indd(Adobe InDesign), .cdr (Coreldraw), .fh(Macromedia Freehand), .pdf , .tiff

Pesan saya kepada para designer: .jpg atau .jpeg adalah file untuk preview saja, bukan untuk mencetak. Jangan bodohi customer anda. Stop ngerjain mereka karna bayarannya kurang. Nego di awal dong🙂

Tips lain untuk designer: selalu setting palette warna anda ke CMYK. Bila anda gunakan RGB, pada akhirnya harus diconvert ke CMYK untuk dicetak, dan akan terjadi perubahan warna yang biasanya tidak diinginkan🙂

Tips designer lainnya: jangan buat pas pasan file untuk cetak. Bila Anda mencetak ukuran 10 cm x 10 cm, tentunya kertas yang kami cetak tidak dalam ukuran tersebut lho🙂

Kami akan melayout duplikasi file-file tersebut dalam ukuran yang paling efisien. Setelah selesai dicetak, akan dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Nah, dalam proses pemotongan ini, tentunya butuh space (biasanya kami sebut bleed) sehingga ketika selesai dipotong, tidak akan ada sisa warna dasar kertas (biasanya putih)

Ada kalanya, hasil cetak akan diberi proses akhir, biasanya kami sebut finishing.

Macam macam finishing: laminating matte, laminating glossy, furnish uv, emboss, poly, pond, dan berbagai macam jilid seperti saddle stitch (jahit kawat), lem panas (perfect binding), spiral, hard cover

untuk macam2 finishing, silahkan request bila Anda tertarik yah🙂

Tips lain untuk designer: komunikasikan dengan client sejak awal, apakah mereka akan mencetak hasil design anda.

Bila YA, berikanlah design dengan ukuran yang efisien, dan juga bila ada proses akhir (finishing) perhitungkanlah, sesuaikan dengan budget mereka.

Jangan buatkan mereka design yang super keren, njelimet, tapi tak terjangkau ketika mereka ingin mencetak🙂

Sekian dulu share saya tentang dunia yang memang saya geluti. Saya menerima masukan-masukan dan request2 nya bila saya memang bisa memenuhinya🙂

Posted in: Uncategorized