kopi, kebiasaan dan ritual part3 oleh @siadit

Posted on September 27, 2010

0


Selamat malaam. Mari kita lanjutkan Kultwit “Kopi, kebiasaan dan ritual part 3: acara di rumah” . Ma’af ya, baru bisa malam ini🙂

1. Pada abad 16, semua rumah di Konstantinoople mempunyai kebiasaan minum kopi. Paling tidak 2 atau bahkan 12 kali sehari kopi disajikan.

2. Sudah jadi kebiasan seorang tuan rumah menyuguhkan kopi pada tamunya. Sang tamu dianggap kurang ajar bila menolak.

3. Dalam jamuan resmi, kopi langsung disajikan sebagai “welcome drink” bagi para tamu, dan terus disajikan seharian penuh.

4. Meski sudah jadi bagian sehari-hari, namun acara minum kopi selalu menjadi ritual menarik yang tak kehilangan daya tariknya.

5. Acara minum kopi selalu diawali dengan salam sapa kepada hadirin, mendoakan kesehatan dan kebaikan keluarga serta syukur kpd Tuhan

6. Manisan serta kudapan kecil dikeluarkan untuk menyertai acara minum kopi. Kompleksitasnya sama dengan acara minum teh Jepang.

7. Kaum berada memperkerjakan pelayan khusus permasalahan ritual minum kopi di rumah mereka. Sebutan bagi mereka : Kahveghi.

8. Kahveghi mempunyai ruang kerja sendiri, sebuah lemari khusus dekat Aula Kopi, dimana sang tuan rumah menerima para tamu.

9. Sama sperti kedai kopi (kultwit ritual & kenaisan kopi bag 2), aula kopi dihiasi karpet dan sofa2 empuk, serta mangkuk-mangkuk kopi.

10. Sebanyak 12 piring/cangkir/mangkuk Kopi disediakan datas nampan kayu yang peuh dengan ukiran dan lukisan, atau nampan perak.

11. Cawan kopi tersebut diisi separuh saja. Selain mencegah agar tidak tumpah, cara tersebut juga memudahkan seseorang memegangnya.

12. Cara memegangnya: ibu jari diletakan pada “pantat” cawan kopi sementara dua jari memegang bagian atas atau “bibir” cawan.

13. (Koreksi) Pada keluarga yg sangat kaya, mereka tidak hanya memperkerjakan seorang Kahveghi, tapi juga seorang Itchoglans.

14.. Tugas Itchoglans adl, stlh mendapatkan tanda dari Kahveghi, mengambil kopi darinya, lalu dengan gayanya yang hikmat menuangkan kopi…

15. Seorang Itchoglans yang ahli ketika menuangkan kopi, mrk tidak akan mengenai bibir cawan, bahkan tidak menumpahkannya barang setetespun.

Demikian Kultwitnya tentang ritual dan kebiasaan meminum kopi pada abad pertengahan di TImur Tengah. Semoga bermanfaat🙂

Posted in: Uncategorized