tentang #pornografi dari @candramalik

Posted on September 17, 2010

0


1. #Pornografi adalah bagian dari kehidupan kita. Memblokirnya bagaikan menghapus sisi buruk & merasa telah menyisakan sisi baik.

2. Memiliki hanya sisi baik, apakah itu baik? Menurut saya, itu justru membuat diri kita tidak seimbang & setimbang. #pornografi

3. Apakah perlu memperkenalkan #pornografi pada anak? Ini pertanyaan yg sama dg apakah perlu memperkenalkan seks sedini mungkin

4. Apakah perlu memperkenalkan anak pada setan? Umumnya orangtua memilih mengajarkan doa minta perlindungan pada Tuhan. #pornografi

5. Bagaimana perkenalkan setan, sedangkan ia tidak tampak? Bagi anak, #pornografi pun masih gaib, kan? Lalu bagaimana memulainya?

6. Ada hijab yg bernama Tabu. Dan orangtua memonopoli Kasyaf dari anak2 seolah mereka tak perlu/jangan dulu tahu seks/#pornografi

7. Ortu ajarkan “Titit” utk penis, “Nenen” utk susu, dsb. Anak2 menemukan nama2 asli organ seksual mereka di luar rumah. #pornografi

8. Jika hy temukan kata utk organ seksual, masih tak apa. Tapi, pergaulan tularkan ilmu baru: “Titit” tak hy utk pipis! #pornografi

9. Anak pasti punya rahasia kecil yg ortu tak tahu. By the time, ia punya rahasia besar. Anak laki menyebutnya: onani. #pornografi

10. Rahasia besar itu bisa didapat dari meniru “senioritas” di luar rumah. Bisa pula dari eksplorasi thd organ tubuh. #pornografi

11. Anak memilih ruang sembunyi. Tak hanya jauh dari jangkauan ortu, tapi juga asing bagi dirinya, menelusuri sendiri #pornografi

12. Di ruang sembunyi, jauh dari jangkauan ortu, dan bahkan asing itulah, anak pertama bertemu #pornografi & seks. Ia pasti shock.

13. Anak shock bukan karena #pornografi atau seks self-service (onani), tapi karena ia menemukan energi luarbiasa. Ya, ejakulasi!

14. Anak ngungun. Bingung musti berbuat apa setelah alami ejakulasi. Tanya ortu? Mustahil. Sejak awal, #pornografi ditabukan. Maka..

15. Maka, anak lanjutkan petualangan demi petualangan seorang diri. Tentu, ia akan jumpa kawan di jalan. Siapa pun itu. #pornografi

16. Orientasi seksual tumbuh & berkembang seiring petualangan anak. Ia lakukan seks demi menyentuh #pornografi. Dan, selalu gagal.

17. Mengapa selalu gagal? Sebab, segala sesuatu selalu dua sisi. Dan #pornografi adl sisi tak tersentuh, seks adl sisi tersentuh.

18. #pornografi tak hy berupa kata, gambar atau suara. Tak cuma visual diam atau gerak. Ia berasal dari imajinasi. Ia tanda tanya.

19. Tanda tanya inilah yg menggugah diri utk melakukan petualangan2 baru. Ia yg mengajak manusia utk tak pernah puas. #pornografi

20. Siapa pun yg blokir #pornografi tak tahu pangkal masalahnya. Padahal, ini tak lebih dari soal organ seks yg hasilkan energi

21. Bersepi dlm sembunyi, jauh jangkauan orang lain, dan asing bagi diri sendiri sesungguhnya Panggilan Jiwa tiap insan. #pornografi

22. Di sepi-sendiri, kesejatian muncul. Jumpa jatidiri. Melihat diri sendiri. Anak melihat yg kasat. Dan penasaran pd #pornografi.

23. Anak tercengang dlm dirinya ternyata tersembunyi hasrat purba. Pembangkitnya adl #pornografi, hal yg ortu sembunyikan darinya.

24. Maka anak mengikuti naluri yg profan: meniru. Dari kata yg terbaca, gambar yg tampak, suara yg terdengar, dan gerak. #pornografi

25. Kenapa ortu sembunyikan #pornografi dari anak? Karena ortu menyembunyikannya utk mereka sendiri: di lemari dan tas. Di pikiran!

26. Kenapa ortu sembunyikan #pornografi dari anak? Sebab ortu tak yakin anak sanggup hadapi itu. Sebab, mereka saja juga tergoda.

27. Ortu juga pernah jadi anak. Ia pun berasyik dg #pornografi di ruang sembunyi, jauh jangkauan orang lain, dan asing. Sama. Seri!

28. Maka #pornografi menjadi pola. Berulang hari ke hari. Sebab, tak pernah benar2 kita hadapi. Kita diam2 menikmati dlm sembunyi.

29. #pornografi menjadi rahasia umum. Tahu sama tahu. Anak tak bertanya pada bapak. Bapak tak bertanya pada anak. Apalagi pada ibu.

30. Pdhl, salah satu solusinya adl bawa isu #pornografi ke ruang tak tersembunyi, tak jauh dari jangkauan bersama, dan tak asing.

31. Kita sesungguhnya tahu, dan konyol jika berpura2 tidak tahu, tak sulit menemukan #pornografi. Serapat apa pun ia disembunyikan.

Sodara2 terkasih dalam Kelas Twitterland, setelah membaca banyak respon Sodara2, saya janji lanjutkan tweet #pornografi sampe 100 poin! :))

31. Kita sesungguhnya tahu, dan konyol jika berpura2 tidak tahu, tak sulit menemukan #pornografi. Serapat apa pun ia disembunyikan.

32. Menemukan #pornografi semudah menemukan bayangan kita sendiri. Cukup dg melihat siluet Roro Mendut, lelaki bisa mencipta imaji.

33. Lalu, siapa yg bisa memblokir bayangan? Ia mengikuti tubuh ke mana pun pergi. Selama jiwa keropos, godaan mudah menemu celah.

34. #pornografi berakar pada sensasi lekuk tubuh, desah suara, gesture sensual, yg nir-sentuh. Sekali tersentuh, ia menjadi seks.

35. #pornografi berakar pada sensasi lekuk tubuh, desah suara, gesture sensual, yg bukan milik kita. Sekali kita rebut, ia jadi petaka.

36. #pornografi adl bayangan, ketika seks adl raganya. Yg diibaratkan jiwa adl birahi kita. Akankah bayangan kendalikan jiwa-raga?

37. Bayangan adl citra diri. Ia cerminkan jiwa-raga. Jika melulu hidup dg birahi & raga melulu kerjakan seks, #pornografi menonjol

Intermezzo: So, jika Pak Menteri sampe memblokir #pornografi, kita tau ia sudah ketakutan dg dirinya sendiri. Raganya seks, jiwanya birahi.

38. Utk kendalikan bayangan yg berontak jiwa-raga, jangan biarkan ia tetap di ruang sembunyi, jauh jangkauan, dan asing. #pornografi

39. Utk kendalikan bayangan yg berontak jiwa-raga, jangan biarkan tetap dalam gulita. Ia akan bersatu dg gelap & menguat. #pornografi

40. Utk kendalikan bayangan yg memberontak, bawalah pd Cahaya. Ia takluk pd Benderang. Inilah seni mengendalikan Diri. #pornografi

Segitu dulu. Udah 40 poin. Masih 60 lagi tweet pornografi. Hihihi. Saya masih pada janjiku: akan sampai ke Ajaran Asyik-Masyuk Sufisme.

Posted in: Uncategorized