@hotradero on sirih

Posted on September 14, 2010

0


Tentang kebiasaan menyirih – merupakan tradisi bawaan dari India yg menyebar ke seluruh pelosok Asia Tenggara hingga batas Papua.

Biasanya menu-nya standar: Beberapa helai daun sirih ditambah buah pinang + kapur & kadang disertai sedikit tembakau.

Saya ingat dulu ibu nenek saya (di orang Batak dipanggil “Nantulang” – karena sudah lewat 3 generasi) – semasa hidup sering menyirih.

Hingga akhir hayatnya – Nantulang masih cukup “bergigi” – walau tidak utuh. Beliau wafat di usia hampir 90 tahun. Meninggal karena tua.

Bagi orang dulu, menyirih bagian dari tata krama pergaulan. Dari orang Thailand, Vietnam, hingga penduduk Nusantara menganggapnya penting.

Daun sirih punya fungsi alami bersifat anti-septik – mampu memerangi perkembang biakan bakteri. Air rebusannya pun berkhasiat.

Minggu lalu kita membahas bau badan – yg ternyata diakibatkan oleh bakteri – pengobatan tradisionalnya termasuk di antaranya dg daun sirih.

Banyak masalah dgn bakteri berlebih ditandai dg bau tidak sedap. Daun sirih menjadi sangat jawabannya dlm mengendalikan bakteri.

Termasuk tentunya bau mulut tidak sedap. Bisa bayangkan orang2 dulu yg belum mengenal pasta gigi – harus mengendalikan bakteri mulut.

Bakteri di mulut ini pula yg mampu mengubah gula menjadi asam yg dapat merusak email gigi – selain tentunya bau mulut tdk sedap.

Maka tdk heran bila kebiasaan menyirih bagi orang dulu – menjadi esensial. Mencegah bau mulut tdk sedap & juga mencegah kerusakan gigi.

Nah yg menjadi masalah: kebiasaan menyirih yg disertai tembakau. Komponen tembakau lah yg ikut berperan memicu kanker rongga mulut.

Saat dulu bersekolah – flatmate saya seorang mahasiswi doktoral yg fokus pd kanker rongga mulut. Ia menyebut tembakau pd menyirih.

Komponen tembakau itu yg jd biang kerok utama kanker rongga mulut di Sri Lanka (negeri asalnya). Juga ditemui di pelosok Asia Tenggara.

Selain gigi yg terawat – hal lain yg saya ingat dari Nantulang saya adalah ke mana2 selalu membawa mangkuk penadah bekas sirih.

Komponen buah pinang yg menyertai daun sirih – membuat air ludah menjadi berwarna merah. Ini yg kemudian dibuang setelah menyirih.

Buah pinang ini menghasilkan arecoline – zat yg stimulan bersifat menenangkan syaraf. Memang tidak sekuat “qat” yg dikenal di Yaman.

Dari diskusi dg teman saya tentang kanker – zat arecoline ini bila dikonsumsi dosis tinggi & berlangsung lama – jg karsinogenik

Jadi penyumbang kanker rongga mulut – ternyata tembakau & buah pinang — bukan daun sirih itu sendiri dalam kegiatan menyirih.

Adapun fungsi kapur dlm menyirih – adalah untuk memudahkan penyerapan arecoline ke dalam pembuluh darah.

comments:

“@__azza: resep dari ibu, untuk bagian kewanitaan yg bermasalah, bisa dibersihkan dgn air rebusan daun sirih (setelah dingin tentunya! LOL)”

“@goklastambunan: nantulang juga sapaan kepada ibu dari nenek (3 generasi diatas) dari pihak Ibu.Dari pihak Bapak disapa Inangtua”

Betul – saya kelupaan kata “mangulaki”-nya. Trims. RT @donaldsiahaan: tepatnya Nantulang mangulaki Bang. Re: Nantulang & sirih

Nah yg itu saya tdk tahu mekanismenya “@Alex_Junaidi: waktu kecil, kalau mimisan, hidung disumbat daun sirih (selembar aja tentunya, gulung)

“RT @trisno134: Dulu, kebiasaan menyirih di Papua hanya oleh orang2 Pantai. Tapi sekarang orang gunung pun ikut nyirih”

“@naavyyk: di papua yang digunakan buah sirih, bukan daunnya.buah pinang muda kadang-kadang diganti dengan pinang kupas yg dikeringkan”

“RT @ApuyRRA: di Jayapura saya pernah menyirih bersama kepala suku sbg bentuk penghormatan tlh diterima mereka #makansirih

“@Agus_Mulyadi: air sirih juga bisa digunakan utk membersihkan kotoran dimata, 3 helai dicelupkan diair panas dan ktk dingin dibasuh kemata”

“@valdyvaldy: Katanya sirih mengandung styptic utk cegah pendarahan & eugenol utk cegah ejakuldini ” @Alex_Junaidi re:sirih-mimisan

“RT @thiayufada: dlm acara lamaran Sumsel ada ritual tamu pelamar mencicipi sirih dari tuan rumah, vice versa.”

“@nisafaridz: 1. Baca ttg sirih, jd ingat program kesehatan di bintuni, papua. Saat itu ada lmbaga yg mbuat campaign utk bantu anak2 bintuni

“@nisafaridz: 2. Kata mreka: anak2 bintuni tdk pernah sikat gigi! Ayo kita sumbang sikat gigi dan odol!

“@nisafaridz: 4. Lembaga dr jkt itu luput plajari masy.Bintuni: ga perlu sikat gigi, odol. org dwasa nyirih, anak2 mengunyah kulit jeruk

“@nisafaridz: 3. di bintuni ga ada yg jual odol, sikat gigi. Gimana bantuan ini bisa sustain? Jgn2 kita malah mmunculkn mslh buat mereka

Posted in: Uncategorized