@siadit on kopi, the wine of Araby

Posted on September 9, 2010

0


Tema kultwit malam ini adalah “the wine of Araby”. Spt yg kita tahu dr Kultwit pertama, kopi disebarkan oleh seorang Mufti dari Aden

1. Penduduk Aden mengikuti sang Mufti meminum kopi, krn berasumsi minuman ini masih halal. Acara minum kopi dilaksanakan di dalam mesjid.

2. Seorang imam menawarkan kopi pada khalayak yang hadir, setelah para santrinya sudah mendapatkan jatah mereka.

3. Diiringi oleh lafalan doa, upacara minum kopi dilakukan sbg kegiatan spiritual. Namun org srg kali datang hanya untuk kopinya saja.

4. Melihat gelagat dr trend ini, para imam mulai membatasi konsumsi kopi. Para santri dan kiai hny boleh meminum kopi dlm sesi “melekan”

5. Para dokter/mantri hanya boleh meresepkan kopi dalam jmlh yg sedikit saja. (Ingat, kopi jg dipercaya punya khasiat medis)

6. Namun, dgn munculnya bnyak org “awam” di melekan pesantren, & makin bnyknya kuantias kopi dlm resep obat, mk larangan ini sulit dipatuhi.

7. Para penikmat kopi di mesjid menmukan kopi mrpk stimulan yg memudahkan mrk u/ bersosialisasi. Tak lama, kopi mulai dijual di tmpt umum.

8. Akhirnya kopi diminum o/ semua org, di semua tempat, termsk di rmh. Kopi panas yg “keras” jd minuman favorit di bln puasa.

9. Pada akhir abad 15, kopi menyebar dari Aden ke Mekah. Sama spt Aden, awalnya kopi diminum sbg ritual keagamaan.

10. Tak lama, penduduk Mekah menikmati kopi dalam keseharian. Dilaporkan, mereka minum kopi sambil bersosialisasi, main catur, nyanyi2 dsb.

11. Krn Mekah adl sentral dari dunia Islam, maka kebiasaan minum kopi menular pd kota2 Islam lainnya. Kopi merebak dr Mesir hingga Syria.

12. Kopi jg disebarkan o/ pasukan Islam ke Eropa Selatan, spanyol, Afrika Utara dan India. Kemana mrk pergi, kopi dibawa.

13. Kopi menjadi bagian penting dari keseharian penduduk Timur tengah. Saking pentingnya, dalam perjanjian pernikahan seorang suami..

14. Seorang suami harus memperbolehkan Istrinya meminum kopi sebanyak yg dia suka. Bila tidak, sang Istri dapat menuntut cerai!

Demikian kultwit “coffee: the wine of araby” bagian pertama. Sabtu nanti kita akan bahas budaya cafe yg ternyata dimulai dari Persia.

Tagged:
Posted in: Uncategorized