@siadit on kopi part3

Posted on September 3, 2010

0


1. Halo, mari kita mulai kultwit kali ini dgn topik: “Kopi, dari makanan menjadi minuman.”

2. Penjelajah Eropa melukiskan, orang2 Ethiopia lebih suka mengunyah biji kopi segar untuk mendapatkan khasiat “cespleng”nya.

3. Mereka juga membuat adonan buah kopi di campur dgn lemak hewan, lalu dibentuk bulat2 (mungkin) seperti kacang atom.

4. Campuran lemak, kafein dan protein ini merupakan sumber energi buat berperang dlm tawuran antara suku.

5. Buah kopi yg matang juga dimakan apa adanya, krn dagingnya yg manis dan mengandung kafein.

6. Seprti dibahas pada kultwit pertama ttg penyebaran kopi, buah kopi jg diolah menjadi tuak/wine lewat proses fermentasi.

7. Tuak kopi dlm bahasa Arab disebut “qahwah”, yg artinya “menyenangkan dan membangkitkan jiwa”

8. Tuak diharamkan, dan bgs Arab beralih pd minuman kopi. Namun, msh berbeda dgn kopi yg kita kenal sekarang.

9. Bgs Arab awalnya merendam terlebih dahulu biji atau buah kopi, sebelum dipanggang.

10. Hsl panggangan tersebut di rebus selama setengah jam, hingga menghasilkan minuman hangat berwarna kuning pucat.

11. Metode itu masih berlsg dr 1000M hingga abad 13. Stlh itu, barulah biji kopi kering digunakan.

12. Metode pengeringannya: dijemur beberapa hari, lalu dipanggang secara cepat di atas bakaran arang.

13. Selain dikonsumsi sbg makanan\minuman, pd masa awal kopi jg jadi resep utk batu ginjal, encok, campak, cacar air dan batuk2.

14. Alpinus, seorang botanis abad 17, mencatat, kopi dari Mesir dapat digunakan utk mempelancar & mengurangi nyeri haid

15. Resepnya: ambil biji kopi, baik yg sdh dikuliti atau blm. Yg blm lebih manjur khasiatnya.

16. Panggang biji kopi di atas perapian, dalam panci tertutup. Guncang2kan hingga rata (mungkin seperti masak pop corn)

17. Tumbuk biji yg sudah dipanggang hingga jadi bubuk. Tuangkan sepertiga sendok makan bubuk tsb dlm secangkir air mendidih.

18. Tambahkan gula bila perlu. Tuang ke atas piring kecil, minum perlahan-lahan.

Tagged:
Posted in: Uncategorized