@hotradero & @endalayukallo on bath spa and bristol

Posted on September 1, 2010

0


from @endalayukallo:

org romawi pakai tempat mandi sbg tempat lobi, spt sauna jmn skrg

ada macam2 bath. panas, dingin, adem2.Biasanya terus mrk gym, berenang.

yg hebat dr org romawi kuno, sbnrnya bkn hanya kolamnya, tapi terutama gimana dtgin airnya. Di roma, air datang dari 640 km dr aqueducts

org romawi boros air, krn sgt ingin bersih. Tingkat konsumsi air di roma, baru bisa ditandingin oleh amerika thn 1960an

kota bath sendiri muncul krn complex tempat mandi @imamrasyidi. dr situ kata mandi (bath). Jd kayak cipanas garut.

complex kolam di bath dibangun wkt org romawi bikin jalan (fosse way). Ketemu sumber air panas dkt sungai Avon

kan krn ada bath-spa, maka kita kenal bath & spa, bro @hotradero .:-)

from @candranus: di UK juga ada kota Leamington-Spa, teman ada yg kuliah di sana.. Darinya saya tau ada kota pake “Spa”

spa artinya sehat krn air @candranus. Kata tersebut muncul dr kota kuno Spa di belgia yg punya air terjun panas therapeutic

lucu wah avon artinya sungai (inggris kuno), @imamrasyidi

from @hotradero:

Maksudnya kota Bath-Spa yg ada di Inggris? Iya, ada sumber air panasnya segala. Aneh ya ada kota namanya Bath-Spa…🙂 @endalayukallo

Kota Bath-Spa ini letaknya sekitar 15 menit naik bis dari Bristol. Kotanya sangat terawat sampai sekarang.

Kota Bath-Spa seperti dibelah dua rel kereta api. Kalau dari arah London – sebelah kiri rel area modern – sebelah kanan konservasi budaya.

Dulu pusat pemerintahan Kerajaan Inggris Kuno pernah berada di kota Bath-Spa – sebelum pindah ke London (dulu Londinium).

Di bagian kota Bath-Spa yg menjadi cagar budaya dunia – tidak boleh ada bangunan baru. Jalanannya sempit tapi bangunannya terpelihara.

Krn kecil & padatnya bagian Bath-Spa yg jadi cagar budaya – kita bisa keliling seluruh bagian hanya dg jalan kaki. O iya mobil dibatasi.

Bagian kota Bath-Spa yg modern (ada di sebelah kiri rel KA) terpaksa berjejal-jejal di daerah perbukitan. Tapi tetap tertata dg baik.

Atraksi utama di Bath-Spa adalah rumah mandi Romawi. Masih terpelihara walaupun pompa aslinya sudah tidak bekerja lagi. Dekat stasiun KA.

Tidak jauh dr Rumah mandi Romawi (yg airnya hijau lumut) terdapat katedral Bath Abbey yg berada di tengah lapangan yg cukup luas.

Kalau bukan karena di Bath-Spa ada sumber air panas alami – orang Romawi mungkin ogah lama2 di Inggris yg iklimnya dingin & hujan melulu.🙂

Kota Bath-Spa ini saking kecil & padatnya – jadi kerasa seperti rumah boneka. Ukuran kota tuanya mungkin cuma seluas Senayan-Blok M.

Kalau malas jalan kaki, bisa juga naik minibus keliling. Lalu lintas sangat dibatasi. Surganya pejalan kaki🙂 re: Bath-Spa.

Seingat saya, kota terdekat dgn Stonehenge ya Bath-Spa itu. Ada teman yg jadi terhibur di Bath-Spa setelah di Stonehenge cuma nonton batu.

Tentang foto Bath-Spa – bisa coba lihat di URL: http://www.thecityofbath.co.uk/the_tw2.jpg

Sejauh ini kota yg paling bagus pemandangannya di Inggris (menurut saya): Bath-Spa dan Bristol. Dan kebetulan keduanya berdekatan.

Kedua kota itu punya ciri khas Taman Kota yg bagus & terawat. Di Bath-Spa ada Taman Victoria yg koleksinya tanaman kebun dr penjuru dunia.

Victoria Garden di Bath-Spa diresmikan oleh Ratu Victoria. Ada kebun tulip yg cukup luas. Berfoto di situ serasa di Belanda.

Selain rumah mandi Romawi, Katedral dan bangunan2 kuno – taman kota juga menjadi atraksi khas kota Bath-Spa. Bisa dilihat di wikipedia.

Yg unik, konon krn dikatain kakinya gede – Victoria (belum jadi Ratu Inggris) tersinggung & nggak mau lagi ke kota Bath & Victoria Garden.

Kalau kota Bristol terkenal dg Taman Kota-nya yg banyak & luas. Mungkin sekitar 15% areal kota terdiri dari taman & wilayah dilindungi.

Di Bristol, ada dana yg cukup untuk memelihara Taman Kota. Dari berasal? Dari lotere. Ada tertera di setiap papan penunjuk.

Adalah pemandangan umum di Bristol – orang menghabiskan waktu pagi atau sore hari berjalan2 di taman. Sambil membawa anak atau anjing.

Dan orang juga boleh ikut menyumbang Taman Kota. Mereka berhak pasang kursi di taman kota & menuliskan nama mereka di kursi itu.

Dari nama & tahun yg tertulis di kursi2 taman itu – kita bisa tahu bahwa tradisi menyumbang utk fasilitas taman kota sdh berlangsung lama.

Di Taman Cabot Tower di tengah kota Bristol – saya pernah melihat hewan Rubah (Fox) liar. Seperti anjing kurus berbulu warna kemerahan.

Saya heran juga, mengapa rubah masih bisa ada di Taman Kota Bristol. Bukan cuma ada burung & tupai yg memang banyak berkeliaran.

Karena pembagian area kota sangat ketat di Bristol – maka daerah perbelanjaan & Mall jd terbatas – sisanya dipaksa harus ke luar kota.

Masih di wilayah kota Bristol – ada bukit & taman yg sangat luas. Namanya Black Boy Hills. Mungkin seluas 20-30x lapangan bola.

Dulunya bukit itu tempat penampungan budak2 Afrika sebelum dikirim ke Karibia. Sebelum 1800-an Bristol kota dagang terbesar setelah London.

Sekarang ini Blackboy Hill jd tempat perayaan Tahun Baru & Guy Fawkes Day. Ada atraksi kembang api & api unggun. Selain tempat sirkus.

Kalau ada di Jakarta, pasti tempat seperti Blackboy Hill dalam sekejap sudah berubah jadi barisan mall… mengingat posisinya yg strategis.

Tetapi Dewan Kota Bristol sudah memutuskan tidak boleh ada zone komersial di sekitar bukit itu. Hanya boleh ada rumah & flat tempat tinggal.

Konsekuensinya? Mall baru hanya boleh dibangun di luar kota. Jaraknya sekitar 20-30 km dari pusat kota. Orang ke sana naik mobil/bis.

Ini kontras dg Jakarta – di mana Zone Hijau yg harusnya ada, semisal di seberang Univ. Trisakti – berubah jadi pusat perbelanjaan.

Atau sebagaimana Pekuburan Karet yg semula membentang dari Tanah Abang sampai Kuningan – berubah menjadi hutan beton.

Tidak heran Jakarta dilanda macet parah. Tidak ada ketegasan soal tata ruang. Jalur hijau malah berubah jadi pusat komersial.

Kebanyakan penduduk Bristol bepergian naik Bis. Beberapa rute beroperasi 24 jam. Walau di atas jam 10 nongol sejam sekali tp tetap ada.

Selain itu tentunya juga ada taksi. Uniknya, banyak mobil pribadi dapat lisensi utk beroperasi jadi taksi pd jam2 tertentu.

Karena ada banyak taksi & bis (selain parkir & BBM yg mahal banget) maka penduduk Bristol lebih suka naik transportasi umum

Posted in: Uncategorized