@renecc on ultimate u – Berburu Pekerjaan: A Life-Changing Process

Posted on August 30, 2010

0


“He / she who got hired is not necessarily the one that can do the job best BUT the one who knows the MOST about how to get hired”

Sejak krisis global tahun 2008 lalu, saya semakin sering dihujani pertanyaan seputar bagaimana mencari kerja (yang lebih aman / lebih baik / bebas dampak krisis). Tidak kurang belasan hingga puluhan email saya terima setiap minggu berisikan CV yang dibarengi penjelasan panjang lebar mengenai diri mereka dan ditutup dengan permintaan bantuan mencari pekerjaan.

Ada yang sekedar ingin memastikan apabila keadaan memburuk di tempat kerja saat ini, opsi lain sudah dikembangkan dari sekarang. Ada juga yang melihatnya seperti berpartisipasi dalam lotere – artinya kalau ada pekerjaan yang bergaji lebih besar, jabatan lebih tinggi dan benefit lebih baik, kenapa tidak? Ada lagi yang memang benar-benar dalam kondisi jobless sehingga pekerjaan dipandang sebagai a necessity to survive.

You don’t know what you’ve got until you lose it…

Saya sendiri berulangkali menyampaikan bahwa kami (team CareerCoach Indonesia, AMROP dan saya sendiri) bekerja sebagai konsultan bisnis bagi klien korporat. Salah satu jasa yang kami tawarkan adalah mencarikan professional yang paling tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kultur organisasi klien. Secara umum kami adalah konsultan bisnis bagi perusahaan. CV dan resume yang masuk tentunya akan diterima dengan baik, namun bukan berarti kami akan secara khusus mencarikan pekerjaan bagi individu yang bersangkutan. Tulisan ini saya susun dalam konteks membantu teman-teman dalam mencari pekerjaan (baru).

Diluar kondisi perekonomian yang lesu masih banyak alasan untuk mencari pekerjaan baru. Termasuk didalamnya bos yang irasional dan emosional, sistem dan prosedur kerja yang tidak jelas atau tidak adil, bisnis yang mandeg dan perusahaan yang jalan ditempat sering . A NEW JOB, sebagaimana tahap awal hubungan romantis dengan pacar – memang selalu menyenangkan. Kalau melihat pengalaman sendiri dan teman-teman, saya yakin banyak diantara pembaca yang merasa kalau memperoleh pekerjaan baru lebih banyak berhubungan dengan luck daripada faktor-faktor lain.

What color is your parachute?

Richard Boles dalam buku fenomenalnya berjudul “What Color is Your Parachute?” menyebutkan bahwa diantara cara paling buruk dalam mencari kerja adalah: melalui internet 4 – 10% efektif, mengirimkan CV kepada perusahaan secara acak 7% efektif, menjawab iklan lowongan kerja di surat kabar 5 – 24% efektif dan melalui rekrutmen agency atau employment agency 5 – 28% efektif. Bisa dibayangkan berapa banyak surat lamaran dan email yang harus ditulis dan dikirimkan untuk mendapatkan pekerjaan yang belum tentu sejalan dengan passion kita!

What can we do now? Ada beberapa cara lain yang terbukti lebih efektif. Termasuk disini adalah melalui old boy’s network – alias orang-orang yang mengenal anda. Bekas teman SD sampai kuliah, teman istri, teman keluarga, agen asuransi, kenalan yang punya hobi sama termasuk dalam kategori ini. Syaratnya mereka harus kenal dan ingat anda secara positif. Cara ini 33% efektif.

Bisa juga dengan melakukan upaya terstruktur mendekati perusahaan-perusahaan yang kita ketahui dan minati. Kalau ada minat terhadap perusahaan tertentu tentu akan membuat usaha kita lebih gigih dalam memperjuangkannya. Hal ini bisa membuahkan hasil 47%.

If it is too easy, then maybe it is so because it is!

Namun cara yang paling efektif adalah Doing a Life-Changing Job Hunt! Apabila dijalankan dengan benar maka tingkat efektivitasnya adalah 86%. Berbeda dengan metode pencarian kerja umumnya yang diawali dari kebutuhan pasar kerja, cara ini justru diawali dari diri sendiri. Berikut 1, 2 dan 3 nya:

1. Pahami dulu kekuatan anda melalui segala hal yang paling anda MINATI. This may not be your BEST skill but the skill you ENJOY most doing. Kalau boleh ekstrim, seorang yang Akuntan yang sangat menikmati photografi bisa jadi harus mempertimbangkan bidang photografi sebagai pilihan karir (Sekali lagi, karir tidak sama dengan job!).

2. Pelajari dan cari tempat kerja yang paling sesuai dengan karakter dan “warna” anda. Jangan hanya sekedar mempertimbangkan reputasi dan besaran perusahaan, struktur gaji dan fasilitas yang diberikan. Pikirkan kontribusi yang bisa anda berikan apabila anda bekerja disana. Pahami juga work culture, suasana kerja, tantangan kerja SEBELUM memulai kerja disana. Intuisi memegang peranan penting dalam tahap ini.

3. Be receptive to opportunity! Apabila seluruh informasi sudah diperoleh, sekarang tinggal eksekusinya. Pilih jalur terbaik dan orang paling tepat untuk mengkomunikasikan niatan ini. Selalu berpikir positif dan persistensi dalam melaksanakannya. Tidak sekadar “jual diri” soal kebisaan dan keahlian anda – jauh lebih penting untuk memahami terlebih dulu kebutuhan / tantangan / prioritas perusahaan sebelum mengajukan usulan “kerja sama” yang paling realistis dan menarik. Pada ujungnya hanya terdapat 2 pendekatan: “solving problems” atau “seizing opportunities”. Hal ini juga berlaku bagi yang memilih untuk berkarir sebagai entrepreneur.

Your avatar may be more famous than you!

Manfaatkan teknologi secara maksimal. Apabila dahulu sebelu periode digital seseorang hanya bisa dikenal dan mengenal tidak lebih dari segelintir orang dalam kehidupan. Saat ini seorang Raditya Dika bisa punya “pengikut” lebih dari 200,000 orang di twitter. Sementara itu, apabila diibaratkan sebagai sebuah negara, Facebook telah menjadi negara dengan “populasi” terbesar ketiga didunia setelah China dan India. These are your network!

Begitu banyak platform-platform di dunia virtual yang dapat bermanfaat bagi upaya pencarian kerja. Saya sendiri sangat merekomendasikan LinkedIn, sebuah social network yang memuat para professional dari seluruh dunia. Walaupun “hanya” dipakai oleh kurang lebih 60 juta pengguna, LinkedIn secara spesifik ditujukan bagi para professional untuk dikenal dan mengenal satu sama lain. Lebih dari itu, gambaran jelas rekam jejak, afiliasi & rekomendasi juga bisa dimunculkan disini.

Saya kenal banyak orang yang memperoleh banyak tawaran pekerjaan atau kerja sama dari LinkedIn. Andapun bisa demikian dengan catatan punya personal branding yang kuat dan pemahaman sangat baik soal passion, mission & values pribadi. Apakah anda sudah menarik manfaat dari keberadaan avatar anda?

If you want rainbow, then you’ve got to put up with the rain

Terakhir, jangan pernah lupa bahwa PILIHAN SELALU ADA! Dalam setiap langkah yang berhubungan dengan pekerjaan dan karir, expect only the BEST and nothing else. Kita memang sedang mencari pekerjaan tapi karir sudah ditangan dengan pemahaman soal passion dan pengetahuan mengenai mission in life. Meliora Cogito (I strive for the best).

original link: http://www.kompaskarier.com/tips/rpassion/23/Berburu-Pekerjaan-A-Life-Changing-Process

Tagged:
Posted in: Uncategorized