@hotradero on Robert Oppenheimer

Posted on August 10, 2010

0


Robert Oppenheimer adalah seorang Jenius tp kontroversial di balik Manhattan Project. Ia digelari “Bapak Bom Atom”. Jalan hidupnya unik.

Sempat dipuja2 berkat keberhasilan proyeknya, tapi lalu berseteru dg Edward Teller yg menjadi “Bapak Bom Nuklir”. Tersingkir & dikucilkan.

Dikucilkannya Oppenheimer terkait meningkatnya kecurigaan Amerika terhadap kekuatan asing di masa prosekusi politik era McCarthy.

Dari kehidupan Oppenheimer kita bisa melihat betapa sulitnya hidup seorang ilmuwan yang berhadapan dg arus politik yg kuat.

Tokoh yg mungkin serupa dengan Robert Oppenheimer di sisi Uni Soviet adalah Andrei Shakarov – Bapak Bom Atom Soviet yg juga dikucilkan.

Di kemudian hari Andrei Sakharov beroleh Hadiah Nobel Perdamaian terkait usaha mencegah perluasan senjata rudal anti-balistik

Andrei Sakharov juga mendirikan Badan Hak Azasi Manusia di Uni Soviet & mengecam invasi Soviet ke Afghanistan – hingga ia dikucilkan.

OK kita balik lagi ke Robert Oppenheimer & kisah hidupnya.

Kebanyakan fisikawan hanya punya satu dimensi dalam kajian keilmuan, tetapi tidak demikian dg Robert Oppenheimer. Ia lebih dari itu.

Oppenheimer fisikawan yg memulai minatnya justru di bidang ilmu sosial – yaitu psikologi. Lalu merambah Kimia, Sejarah Yunani, & literatur.

Ia mempelajari beberapa cabang ilmu sekaligus. Dan gilanya, ia menyelesaikan kuliahnya dalam 3 tahun saja dg predikat Summa Cum Laude.

Dan gelar Summa Cum Laude itu diperolehnya dari Universitas Harvard. Di kemudian hari ia juga belajar bahasa Sanskerta & Budaya India.

Ia sempat meneruskan kuliah di Cambridge untuk belajar pd J.J. Thomson mengenai struktur atom, sebelum lanjut ke Universitas Gottingen.

Di Universitas Gottingen ini ia kemudian berkenalan dg serangkaian ilmuwan Eropa yg dikemudian hari ikut terlibat dlm proyek Manhattan.

Termasuk perkenalannya dg Edward Teller – ilmuwan Hongaria yg kemudian menjadi bawahannya – lalu pesaingnya. Teller – Bapak Bom Nuklir.

Dan di Universitas Gottingen ini pula Robert Oppenheimer memperoleh gelar PhD-nya di bidang Fisika Teoritis – di usia… 23 tahun.

Pembimbing Thesis Oppenheimer pun bukan orang sembarangan: Fisikawan Max Born – yg di tahun 1954 beroleh Hadiah Nobel Fisika.

CATATAN: Max Born menjadi pembimbing thesis beberapa orang yg kemudian jd peraih Nobel pula: Maria Meier, M Delbruck, & W. Elsasser.

Di kemudian hari, Oppenheimer & Max Born membuat persamaan yg menjadi landasan perhitungan matematis atas gerak kinetik molekul.

Di luar fisika molekul – Oppenheimer juga menjadi perintis landasan teori quantum – jauh sebelum ilmuwan lain terpikirkan subyek itu.

J Robert Oppenheimer lahir di kota New York tahun 1904. Ia anak seorang imigran Jerman yg bekerja sebagai importir tekstil.

Sebagaimana dari namanya, ia adalah seorang keturunan Yahudi. Oppenheimer kecil bersekolah di Ethical Culture School New York.

Sekolah ini menjadi istimewa, karena kurikulum pengajarannya mencampurkan aspek sains, literatur, dan seni secara seimbang.

Namun yg membedakan Robert Oppenheimer dari anak2 lainnya adalah minatnya yang luas melampaui bidang tertentu yg diajarkan.

Di tahun 1922, Oppenheimer masuk Universitas Harvard untuk menyelesaikan gelar sarjananya. Ditempuh dlm 3 thn & dapat Summa Cum Laude.

CATATAN: seperti sudah saya sampaikan, selama kuliah di Harvard – Oppenheimer mempelajari beberapa ilmu sekaligus. Ia memang gila belajar.

Selanjutnya Oppenheimer menempuh pendidikan S2 di Universitas Cambridge Inggris, sebelum PhD dari Gottingen University di usia 23.

Setelah melewati 2 tahun pendidikan postdoctoral Oppenheimer menjadi pengajar fisika di California Institute of Technology (CIT).

Gilanya, ia juga secara bersamaan menjadi pengajar di University of Calif. at Berkeley. Menjadi pengajar terkenal di kedua tempat itu.

Selain bagus mengajar, Robert Oppenheimer jg ilmuwan peneliti hebat. Hingga banyak mahasiswa mengikutinya di KEDUA Univ: CIT & Berkeley.

Beberapa pihak menyebutkan kemampuan Oppenheimer dlm menjelaskan sains seperti kemampuan Richard Feynman yg juga legendaris.

Mungkin karena Oppenheimer juga mendalami ilmu2 sosial seperti psikologi & kesusasteraan – selain arsitektur, bahasa & seni.

Beberapa pihak juga menyebutkan bahwa Robert Oppenheimer telah mendorong sedemikian banyak orang jd tertarik belajar fisika teoritis.

Dan untuk pertama kalinya, universitas di pantai Barat Amerika masuk radar penelitian – setelah sebelumnya cenderung didominasi Timur.

Di bidang penelitian, Oppenheimer sepanjang 1926-1942 bekerja sama dengan Heisenberg, Schrodinger, Dirac & Born menyusun teori atom.

Namun bukan cuma itu, Oppenheimer juga merintis teknologi pemecah atom & quantum mekanik. Ia juga yg meramalkan keberadaan positron.

CATATAN: Positron = Positive Electron. Elektron bermuatan positif bukan negatif.

Oppenheimer juga dikenal sebagai orang yang selalu antusias atas hal apapun. Bagi beberapa orang ini bisa dirasa seperti ancaman.

Semisal pertemanan-nya dg Linus Pauling (ahli kimia beroleh Nobel) jd retak karena kecurigaan bahwa Oppenheimer memikat istri Linus.

Karena retaknya hubungan ini, maka Linus menolak bergabung dalam Proyek Manhattan – saat diajak oleh Robert Oppenheimer.

RT @robymuhamad: oppenheimer (einstein juga) contoh ilmuwan peduli politik yg memperjuangkan sosialisme

Sempat terkena penyakit TBC – Oppenheimer harus tinggal di daerah bercuaca panas & gurun untuk penyembuhan. Eh ternyata ia malah betah.

Oppenheimer sendiri mulai tertarik pada politik & gerakan sosialisme pada tahun 1930-an. Dan makin meningkat setelah ayahnya wafat.

Beroleh warisan senilai $ 300 ribu (sekarang setara $4,6 Juta) dari penjualan saham pabrik tekstil ayahnya ia jadi donatur sosialisme.

Adiknya, Frank – yg juga fisikawan beserta keluarga terdekatnya (termasuk istrinya Kitty) – menjadi anggota Partai Komunis Amerika.

Robert Oppenheimer sendiri tdk pernah menjadi anggota Partai Komunis, tetapi menjadi donatur & simpatisan gerakan komunis.

Pengaruh Oppenheimer yg kuat di Univ. California at Berkeley – ikut mewarnai gerakan mahasiswa di sana – sehingga jadi ke-kiri-kirian.

CATATAN: Sekalipun reputasi Berkeley cenderung sosialis – tetapi di Indonesia kita sering mencap lulusan Berkeley dg sebutan neolib. Aneh.

Di kemudian hari, Robert Oppenheimer berjumpa Leslie Grove (Jenderal yg lulusan MIT) yg diminta membentuk tim Proyek Manhattan.

Disebutkan BrigJend Leslie Groves berjumpa dengan Robert Oppenheimer di atas kereta api. Dari perkenalan itu Robert diajak bergabung.

Saat itu Proyek Manhattan memang membutuhkan orang2 yang punya kemampuan tinggi untuk bergabung dalam proyek pembuatan bom atom.

Maka latar belakang Robert Oppenheimer yg simpatisan komunis awalnya tidak begitu dipermasalahkan. Prioritas pada penyelesaian proyek.

Dan memang sepanjang 1942-1945 – Robert Oppenheimer berperan penting – termasuk mendorong ilmuwan2 penting mau masuk dalam proyek.

Saat itu, Proyek Manhattan memang dipacu untuk bisa membuat bom atom sebelum keduluan oleh Jerman yg diduga lebih dulu memulai.

Proyek itu sendiri adalah reaksi dari Presiden Roosevelt yg menerima surat Albert Einstein memperingatkan potensi senjata atom Jerman.

Di kemudian hari diketahui bahwa Hitler tidak terlalu antusias pd senjata atom. Latar belakangnya sebagai kopral – lebih suka kavaleri.

Dan memang pada awal PD II – Jerman sangat maju pd teknologi senjata konvensional. Termasuk pesawat terbang, kapal selam & meriam.

Maka wajar saja bila proyek senjata atom Hitler cuma berjalan setengah hati, walaupun terdapat tenaga ahli yg cukup banyak.

Dengan bantuan Robert Oppenheimer sebagai kepala proyek – maka ilmuwan2 terkenal bergabung di Proyek Manhattan. Dalam 3 tahun selesai.

RT @BarikatulHikmah:@hotradero Selain Oppenheimer, Richard Feynman (idolaku) & Niels Bohr juga berperan penting di Manhattan Project. Padahal Bohr dari Denmark.

Termasuk dlm ilmuwan yg bergabung: Edward Teller – fisikawan Yahudi yg mengungsi dr Hongaria bersama dg John von Neumann (yg jg Yahudi)

CATATAN: John von Neumann ini juga Jenius “sinting”. Ia yg membangun komputer pertama & membangun teori pendukung energi nuklir.

Sama seperti Robert Oppenheimer, John von Neumann juga belajar bahasa Yunani & ilmu2 lainnya. Von Neumann beroleh PhD Math usia 22 tahun.

Dan saat Bom Atom pertama diledakkan di Gurun Alamogordo – Robert Oppenheimer mengucapkan kata2 dari kitab Bhagavad Gita. I’m The Death.

Dan selanjutnya kita ketahui Bom Atom dijatuhkan di Hiroshima & Nagasaki. Perang Pasifik & Perang Dunia pun berakhir.

Robert Oppenheimer dan tim pembuat Bom Atom dianggap sebagai pahlawan yg mampu menghentikan Perang Dunia. Ia disanjung2.

Sampai akhirnya beberapa waktu kemudian terbongkar kasus mata-mata Uni Soviet (Rosenbergs) yg ikut terlibat dalam Proyek Manhattan.

Keberhasilan Uni Soviet meledakkan Bom Atom pertama tahun 1949 – sangat mengejutkan Amerika. Bagaimana rahasia bisa bocor?

Terbongkarnya jaringan mata2 Soviet yg mencuri desain Bom Atom – membuat Amerika menjadi paranoid terhadap segala yg berbau komunis.

Maka semua orang yg terlibat dlm Proyek Manhattan diperiksa latar belakangnya. Termasuk Robert Oppenheimer & seluruh keluarganya.

Bahkan wanita yg memiliki affair dg Robert Oppenheimer juga diperiksa. Wanita itu: Jean Tatlock – anggota Partai Komunis Amerika.

Pada insiden yg disebut “Insiden Chevalier” – Oppenheimer dipojokkan – bahkan oleh Leslie Groves. Oppenheimer dicurigai membantu Soviet.

Adik Robert – yaitu Frank Oppenheimer yg juga fisikawan & anggota Partai Komunis – dipecat dari riset & dosen. Terpaksa jadi petani.

Sementara itu Edward Teller yg bawahan Oppenheimer – keluar dari tim dan memimpin Laboratorium Livermore yg mengembangkan bom nuklir.

Oppenheimer & Teller berbeda pandangan. Bagi Oppenheimer senjata atom sudah cukup mengerikan – tapi bagi Teller senjata nuklir perlu.

Dalam pandangan Teller – dg adanya senjata nuklir yg jauh (10-100x) lebih kuat daripada senjata atom – maka orang makin enggan perang.

Sementara bagi Oppenheimer – senjata nuklir tdk diperlukan – karena efek dari bom atom saja sudah cukup mencegah perang terjadi.

Menurut Oppenheimer – senjata nuklir sangat beresiko & berpotensi memusnahkan seluruh manusia. Bagi Teller justru sebaliknya.

Dengan bom yg semakin mengerikan – maka lawan tidak akan memulai perang. Banyak nyawa yg bisa diselamatkan dari pecahnya perang.

Di kemudian hari, Edward Teller terbukti benar. Senjata nuklir yg sedemikian menakutkan – justru membuat Perang Nuklir tdk terjadi.

Memang terjadi konflik2 di berbagai belahan pasca PD II. Tetapi perang besar & bersifat global seperti PD I & PD II tidak terjadi.

OK lalu bagaimana dg nasib Robert Oppenheimer? Ia dipaksa mundur & didiskreditkan. Kendati banyak rekan2-nya beroleh Nobel – ia tidak.

Setelah Soviet bubar – dokumen2 intelijen membuktikan bahwa Soviet pernah berusaha merekrut Oppenheimer menjadi agen tersembunyi.

Tetapi Robert Oppenheimer selalu menolak tawaran Soviet itu. Sekalipun simpatisan sosialisme – ia tidak pernah mengkhianati Amerika.

Setelah keluar, Oppenheimer meneruskan diri mengajar, tetapi ia diawasi terus menerus – terutama oleh para politisi yg anti-komunis.

Oppenheimer meninggalkan Berkeley – dan bergabung dg University of Princeton – termasuk menggantikan posisi yg dipegang Albert Einstein.

Perokok berat. Oppenheimer terkena kanker tenggorokan pd 1965. Diobati dg radiasi & chemoteraphy – tetapi gagal. Kanker menyebar.

Robert Oppenheimer meninggal dunia tahun 1967 pada usia 62 tahun di rumahnya di kompleks Universitas Princeton.

Dikremasi – lalu abunya ditaburkan ke laut oleh istrinya Kitty.

Kendati status politiknya dipulihkan pemerintahan John F. Kennedy, tetapi dampak negatif dari tuduhan pengkhianatan itu teramat berat.

Namun begitu, Robert Oppenheimer tetap setia pada negaranya, kendati sempat disingkirkan oleh sistem politik yg sedag berkuasa.

note:
Tambahan tweet semalam: Robert Oppenheimer saat belajar budaya India – menyelesaikan membaca Mahabharata dlm bahasa aslinya, Sanskerta.

Saya sedang baca Mahabharata edisi Bahasa Inggris, itu saja berat (padahal saya sdh tahu garis besar kisahnya). Bayangkan Oppenheimer!

Tagged:
Posted in: Uncategorized