@hotradero on redenominasi – cashless transaction

Posted on August 3, 2010

0


RT @ari_ap:
kemaren mas @mikhsan jelasin soal re-denominasi, cek timelinenya. penekanan pada costnya dan tdk tll ada urgensi @danangwd @chriswidya

RT @ari_ap:
dampak/keuntungan redominasi: 1)kemudahan statistik, angka2 jd kecil 2)psikologis terkait jumlah uang yg dipegang @danangwd @chriswidya

RT @ari_ap:
negara2 yg melakukan redenominasi kebnyakan krn faktor hiperinflasi. ada lagi krn integrasi ekonomi spt EU @danangwd @chriswidya

RT @ari_ap:
dlm transisi biasanya ada mata uang baru spt New Lira di Turki (1:1juta). slm brp lama uang lama+baru sama2 dan sah @danangwd @chriswidya

Saya nggak merasa ada masalah dengan rupiah yg nol-nya banyak. Toh harga kan bergerak secara persentase – bukan secara nominal belaka.

Bila ada bukti bahwa angka lebih kecil menghasilkan inflasi lebih rendah – silahkan redenominasi. Kalau nggak, lalu untuk apa?

Nggak juga. Beberapa restoran sudah nulis harga Rp. 25K untuk menyebut Rp. 25 000. Yg penting sama2 ngerti kan? @noorf re:salah tulis.

Masalahnya, apa kita masih mau pakai pecahan sen? Kalau tidak, ya biarkan saja pakai rupiah penuh. Toh efeknya sama. @edychai

RT @mas_itw:
Difi AJ, BI head of PR, The essence was simplifying accounting and system of payment wihtout causing any impact on the economy RT @hotradero

Ya pake pecahan sen. RT @antoniushery: pak klo redenominasi Rp.1000 jd Rp.1 trus gimana orang desa yg masih beli bumbu dengan uang Rp.100?

Kembali lagi, pakai pendekatan ekonomi: Saya netral mau redenominasi atau tidak. Tinggal tunjukkan berapa manfaat versus berapa biaya-nya.

Lebih baik masyarakatkan transaksi berbasis elektronis. Jauh lebih hemat biaya & lebih mudah mengawasi penggelapan pajaknya. @yuanhendrawan

Kalau kita bisa belanja senilai Rp. 100 via transaksi elektronis tanpa biaya besar – maka uang secara fisik makin tidak relevan nilainya.

Mungkin bisa dimulai dengan pelarangan surcharge 3% utk transaksi kartu kredit & nilai transaksi minimal bisa diturunkan sampai Rp. 10 ribu.

Semakin banyak kita pakai transaksi elektronis – semakin mudah mengatur pengeluaran & semua tercatat plus terkonsolidasi tiap bulan.

Saya terus terang paling sebel sama merchant yg membebani surcharge 3% pd konsumen. Pada kebanyakan keadaan mereka mau ambil untung doang.

Tapi bukankah angka sales juga meningkat kalau ada kemudahan bisa bayar pakai kartu kredit? volume vs. marjin laba. @andslm

Di Inggris, org bisa belanja sampai nilai serendah 1 pound pakai kartu kredit tanpa surcharge apapun. Pembayaran jadi praktis.

RT @ariefrahman13:
@hotradero padahal dengan transaksi elektronis, mereka harusnya senang karena resiko kehilangan uang menjadi nol

Gaji anda juga ikut turun. Jadi ya efeknya sama saja…🙂 RT @denharr: [ask] klo jd redenominasi Rp.1000 jd Rp.1,harga2 barang ikut turun?

Mau pakai kartu kredit ataupun kartu debit – sama saja. Yg penting transaksi elektronis. Ini solusi ekonomi yg bagus dlm jangka panjang.

Pakai uang tunai juga bisa kehilangan, kecurian & kerampokan juga kan? Keamanan itu sifatnya relatif. Tergantung kita. @marthins77

Iya, saya pakai Flazz BCA & juga E-Toll Mandiri plus kartu kredit & Paypal. Di dompet cuma ada Rp. 100 ribu doang. @gugiabdel

Gimana reaksi anda melihat gaji tinggal 1/1000-nya? Positif? RT @armeyn: gimana dengan dampak psikologis bang? 1US$ = Rp.9 Bukankah positif?

Betul, orang Eropa lebih suka Debit Card. RT @iwibs: Kalo di NL culturenya lebih suka pakai kartu debit yang bebas surcharge serendah apapun

Flazz & E-Toll isinya maksimum Rp. 1 Juta. Jadi kalaupun amblas – rugi maksimum ya cuma segitu. Lebih mungkin di bawah itu.

Transaksi “TouchCard” (Flazz&E-Toll) bisa lebih cepat & praktis. Tidak perlu repot soal duit kembalian yg tercecer di mana2.

RT @hotfashionholic:
@hotradero @iwibs sama disini juga sukanya pake debit card atau eftpos buat transaksi apapun. Beli permen Aja bisa pake eftpos (OZ)

Sekarang kita juga bisa transaksi via SMS atau mobile banking. Ongkosnya juga ringan – jadi mengapa tidak digalakkan saja? Beri insentif.

Di luar negeri mesin otorisasi Credit Card sudah tersambung via jaringan GPRS. Otorisasi bisa dilakukan di mana saja & lebih cepat.

Bukankah jaringan GSM sudah sampai ke pelosok2 Indonesia? Berarti infrastruktur-nya sudah ada. Tinggal kembangkan. @gaff_gaff

Atau mulai saja dengan kota2 besar Indonesia. Toh mayoritas perputaran uang berlangsung di Jakarta & kota2 besar. Yang lain menyusul.

Di Jalan Tol sudah ada gate khusus E-Toll. Lebih lancar. Mungkin berikutnya bisa tinggal lewat doang langsung terdebit biaya toll-nya.

Saya terus terang kasihan pd operator toll. Lingkungan kerjanya nggak sehat, didamprat orang, rentan kesalahan, & repetitif. Harusnya mesin.

Di Malaysia & Singapura saja sudah pakai pembayaran elektronik di jalan toll. Tinggal lewat doang. @MarvinMaladjuva

Maka perlu pelatihan terus menerus. Operator Toll kan tingkat keahliannya rendah – sudah sepantasnya mulai digantikan mesin. @ariefrahman13

Lalu ke mana ex-Operator Toll? Ya beri pelatihan ketrampilan baru – jadi bisa masuk ke pekerjaan baru yg lebih membutuhkan intelektual.

Saya yakin, mereka pun waktu kecil dulu tidak pernah bercita-cita untuk jadi operator toll. Cita-citanya lebih luhur. Mari kita bantu.

RT @ari_ap:
@gaff_gaff @hotradero di IT service market biasanya infra, innovation&initiatives creates demand. infra&innov sdh ada tgl inisiatif

Dulu di Amerika jutaan orang bekerja sbg operator telepon (di masa analog). Ketika jadi otomat, ex-operator diberi re-training hal lain.

Alhasil, kualitas percakapan telepon meningkat, ongkos sambungan turun, ekonomi tumbuh & terjadi penyerapan tenaga kerja baru. re:exoperator

Ini yg disebut “Creative Destruction” oleh J. Schumpeter. Teknologi memungkinkan terbukanya produk & profesi baru menggantikan yg lama.

20 Tahun yg lalu tidak ada profesi web master atau tukang servis HP GSM atau penjual kartu voucher. Tapi teknologi mendorong perubahan.

Di mana antrian paling panjang di jalan tol? Di gerbangnya. Semakin cepat melewati gerbang, potensi kemacetan turun. @ariefrahman13

Toh teknologinya ada. Mahal? Ongkos hardware bisa di-depresiasi – bandingkan dg ongkos gaji yg dibukukan penuh. Mesin tdk minta THR/lembur.

Pekerjaan sangat terkait dg keahlian. Jadi tingkatkan & pelihara saja keahlian – pasti ada terbuka peluang pekerjaan. @dennisdstryawan

Sekali lagi, karir apa yg bisa dibangun dari seorang Operator Toll? Mereka habiskan waktu & tenaga nongkrongin orang lewat. Kapan belajar?

Semakin mereka tdk bisa belajar, semakin mereka tertinggal dr karyawan bagian lain. Bukankah itu ongkos yg sedemikian berat buat mereka?

Betul. Operator Toll ongkos kesehatannya berat. Dan harus mereka bayar mahal saat sudah tua nanti.😦 @andy_armantya @HanyaRu

Penyelesaian paling tuntas adalah dg membuat masalah jadi irrelevan. Itu sebab saya ke e-payment ketimbang ribut perlu redenominasi/tidak.

Tahukah anda kenapa pecahan terbesar uang Amerika cuma sampai $100…? Itu untuk mendorong orang menggunakan jasa perbankan.

Padahal pendapatan perkapita Amerika $46 ribu. Bandingkan dg Indonesia: pecahan terbesar Rp. 100 ribu & per kapita Rp. 13 Juta.

Dengan pecahan maksimum $100 maka transaksi besar akan lebih sering diselesaikan via perbankan. Akan sangat repot kalau pakai duit cash.

Dan bila suatu transaksi melalui perbankan – maka jejak & identitas akan lebih mudah terekam. Sangat efektif menjaring pengemplang pajak.

Selain itu, juga akan menyusahkan bandar2 narkotik dalam membawa2 uang mereka. $ 1 juta perlu satu koper besar. Sangat repot.

Karena diselesaikan via perbankan – maka penyelesaian transaksi menggunakan cheque menjadi lazim, lalu ke Credit Card & Debit Card.

Memang ada uang Dollar pecahan besar sampai $10 ribu – tapi sudah tidak bisa beredar. Begitu masuk bank – cuma bisa keluar dlm pecahan $100.

Di salah satu kasino di Las Vegas – ada dipajang uang pecahan $10 ribu sebanyak 100 lembar = $1 Juta. Itu lembar paling sedikit utk $ 1Juta

Selain itu pecahan $100 menyulitkan orang membawa $ keluar/masuk wilayah Amerika secara cash, krn wajib lapor bila bawa masuk di atas $10K

Lewat penyelesaian transaksi secara giral (non-cash) – perbankan bisa lebih efisien – karena settlement antar bank bisa diselesaikan cepat.

Uang tunai bisa lenyap jejaknya saat berpindah tangan. Itu sebab kalau mau mengawasi pergerakan uang – lebih mudah via sistem perbankan.

Itu sebabnya mengapa koruptor & tukang sogok cuma mau minta upah bayaran mereka dalam bentuk tunai. Tidak peduli berkarung2.

Karena begitu masuk ke sistem perbankan – maka pengirim & penerima uang bisa segera diketahui identitasnya – dan gampang ditelusuri.

Karena cash banyak makan ruang, maka koruptor juga gunakan mata uang asing (semisal USD atau EUR), Travel Cheque & emas lantakan.

Hal itu untuk memudahkan transportasi uang hasil korupsi – karena tidak bisa dipindahkan via perbankan kalau tdk ingin ketahuan.

Betul. RT @risantokilala: karena itu Gayus simpan duitnya di safe deposit box. masuk rekening/deposito pasti langsung terlacak🙂

Bandar narkotik terima hasil penjualan dlm pecahan kecil $10 & $20. Repot. Mereka harus menukarnya dg pecahan lebih besar. @damdami

Memasok $100 dlm jumlah besar juga repot – karena perlu penarikan besar dalam bentuk cash dari bank – akan gampang terdeteksi & diperiksa.

Ketika orang mau menarik $10 ribu dlm bentuk cash – petugas bank biasanya menandai identitas penarik uang, dilaporkan ke pengawas.

Kalau bukan dalam bentuk cash – tidak ada masalah. Jadi pengawas bisa fokus pd transaksi2 cash saja untuk diteliti.

RT @romiutoro:
@pandji @hotradero dan di amrik en canada maksimal withdraw from ATM itu 200 dollaran deh kalo ga salah, pokoknya dibawah $500

RT @windania:
@hotradero dengan transaksi elektronis lebih hemat krn 1 rupiah uang kita dihargai dan gak ada kembalian permen lagi

RT @abah__:
@hotradero paypal digunakan oleh lbh 170 juta penduduk bumi, dgn syarat yg mudah, cocok utk UKM Indonesia yg ingin go internasional

Saya sudah pakai paypal sekitar 6 tahun. Belum pernah ada masalah. Sekarang lebih sering pakai Paypal yg link ke Credit Card Indonesia.

Iya. Karena di luar negeri transaksi besar pakai cash dianggap tidak lazim. (Mereka pikir org ini kok nggak mau praktis ya?) @madalkatiri

Paling banyak buat beli software. Di komputer saya semua software-nya berlisensi supaya gampang backup & di-reinstall @dompaks

RT @yogaadita:
@hotradero wah kalo pakai perbandingan yang sama, seharusnya nominal terbesar IDR kita cuma 30.000 *waduh* (re: USD 100 nominal terbesar)

Mudah-mudahan teman2 jelas dg perspektif saya: toh proses redenominasi masih lama (thn 2022) mending kita ngomongin cashless transaction.

Kalau transaksi sudah bisa secara non-tunai – masalah berapa deret rupiah diperlukan – atau perlu pecahan sen atau tidak – jadi irrelevan.

Jadi aneh kalau kita meributkan redenominasi padahal masih jauh & lama banget prosesnya. (th. 2022). Toh 20000 bisa ditulis 20K.

Sekarang ini 100 perak jatuh di jalan saja org sudah ogah ngambilnya. Bayangkan betapa banyak koin terbuang2 di jalan & tempat cucian.

Secara sederhana, mungkin BI sebenarnya tekor nyetak koin < Rp. 100. Biaya produksi, logistik, & transportasinya bisa jadi nggak sebanding.

Uang kertas kalau pecahannya kecil, akan lebih cepat rusak atau hancur. Koin secara terbatas tetap perlu. @agunsux

RT @elnuevo77:
@hotradero Yayasan tsu chi mengumpulkan uang sumbagan pecahan di setiap negara, dgn uang sen mereka membangun rmh skt gratis, sekolah, dlsb

Tagged:
Posted in: Uncategorized