@hotradero on inception, Kurzweil and so

Posted on August 2, 2010

0


Kemarin malam saya sempatkan nonton “Inception” – tentang tidur, mimpi & manipulasi mimpi. Tergolong film science fiction & action.

Hal yg menurut saya menarik: Ide berkembang seperti virus. Sekali muncul mustahil ditarik kembali. Dan aksi selalu terkait ide re:inception.

Dalam “Inception” ada dibahas tentang lucid dream & false awakening (mimpi di dalam mimpi). Hal yg memang mungkin terjadi.

Sebagaimana film fiksi ilmiah lain – “Inception” cukup dikunyah-kunyah – jangan ditelan. Pemahaman tentang otak manusia masih terbatas.

Sekalipun sudah bisa dipetakan bagian2-nya berdasarkan fungsi – tapi setiap otak manusia itu unik – jadi boro2 bisa masuk ke mimpinya.

Terobosan paling akhir adalah IBM yg berusaha membangun otak buatan. Dibangun sel demi sel, menggunakan komputer sbg neuron buatan.

Saya tdk tahu kapan proyek IBM tersebut selesai & juga tdk tahu apakah otak buatan milik IBM itu nantinya juga bisa mimpi…🙂

Tapi memang studi mengenai cara kerja otak ini menarik, karena ada dorongan untuk bisa hidup abadi. Bayangkan bila pikiran bisa disimpan.

Saya ingat proyek ambisius dari Lab-nya British Telecom: menciptakan asisten personal yg merekam semua kegiatan inderawi kita.

Asisten diharap bisa “memutar ulang” stimulus inderawi kita. Juga bisa mengingatkan – saat kita lupa di mana menaruh kunci rumah.

Bila semua stimulus inderawi kita adalah input pikiran kita – maka secara tidak langsung asisten tersebut bisa merekam jiwa kita.

Tinggal pilih tubuh yg baru – lalu otak dari tubuh yg baru itu mengunduh seluruh rekaman inderawi yg pernah timbul. Maka muncul duplikat!

Film2 di Hollywood sering salah. Tubuh bisa dikloning – tetapi bukan berarti pikirannya ikut ter-kloning. Padahal yg penting adalah pikiran.

Pada studi orang kembar identik – sel tubuh mereka sangat mendekati – tapi pikiran orang kembar bisa sangat berbeda satu sama lain.

Otak buatan bikinan IBM belum tahu untuk apa – baru sekadar ingin tahu cara kerja otak dari level interaksi sel syaraf. @kunilz

Dulu orang bilang merekam stimulus inderawi mustahil krn butuh ruang besar. Tapi sekarang penampungan Petabyte & Exabyte sudah ada.

Petabyte = 1 Juta Gigabyte. Data yang diproses Google TIAP HARI setara 24 Petabyte. Dalam satu setengah sebulan, Exabyte terlampaui.

Jadi kalaupun kita merekam stimulus inderawi sebesar 1 Megabyte/detik – data seumur hidup (80 thn) cuma makan ruang 2,5 Petabyte.

Kalaupun angka 1 Megabyte/detik kita lipat 10 – cuma setara 25 Petabyte = jatah Google sehari lebih sedikit.

Lagipula yg hendak direkam adalah stimulus inderawi. Kita melihat, tapi tdk semua yg dilihat kita ingat. Lebih sedikit lagi yg dicerna.

Otak sangat efisien dalam membuang komponen2 inderawi yg tidak perlu/tidak relevan. Berkat evolusi yg disimpan hanya yg penting2 saja.

Stimulus inderawi = input dari semua indera kita. RT @Grace_Claudia: bang, yg dimaksud stimulus inderawi itu tidak termasuk emosi?

Sejak lahir, pikiran kita dibanjiri stimulus inderawi (penglihatan, penciuman, pendengaran, rasa dll). Pikiran dibentuk oleh hal-hal ini.

Jadi emosi-pun (yg merupakan produk dari proses berpikir) adalah akumulasi hasil dari semua stimulus inderawi ini. Tidak muncul terpisah.

Kita belajar tertawa karena kita pernah melihat & mendengar orang tertawa & otak mengasosiasikan-nya dengan kebahagiaan & rasa senang.

Itu sebabnya – maka ukuran berapa stimulus inderawi yg bisa terekam – adalah limit fisik dari kemampuan menduplikasi otak manusia.

Karena melihat limit stimulus inderawi itu terjangkau sistem komputer sekarang – maka proyek otak buatan mungkin saja jadi kenyataan.

Input pikiran memang bisa dari stimulus inderawi ataupun internal pikiran itu sendiri. Tapi mustahil terbentuk tanpa yg external ada duluan.

Anda bayangkan otak yg sedari awal tidak menerima stimulus pendengaran, penglihatan, & rasa. Bagaimana mungkin bisa berkembang?

Kisah anak manusia yg dibesarkan hewan & akhirnya berperilaku seperti hewan pengasuh – bukti bahwa indera penting.

Otak mungkin memiliki Operating System Manusia – tapi tanpa input bersifat indera manusia — maka mustahl berfungsi seperti otak manusia.

Mungkin BELUM tergantikan. RT @RP2504: mesin penerjemah masih salah gramatika. Otak manusia (masih) tak terganti.

Ada ilmuwan yg sangat yakin “Singularity” (kemanunggalan manusia & komputer) akan terjadi dalam waktu dekat. Ia adalah Raymond Kurzweil.

Kurzweil adalah seorang ahli IT dan terutama Artificial Intelligence (AI). Seorang jenius. Ia membuat mesin yg bisa membaca huruf.

Kurzweil berhasil membuat alat pembaca ukuran saku untuk orang buta – K-NFB Reader. Ia juga pencipta alat musik synthesizer merk Kurzweil.

Dari minat atas synthesizer itu ia bertemu Stevie Wonder – yg lalu memberi inspirasi bagi Kurzweil untuk membuat mesin pembaca huruf (OCR).

Saat mesin OCR (Optical Character Reading)-nya sukses dibuat, Stevie Wonder menjadi pembeli pertama mesin buatan Kurzweil itu.

Yang sekarang ini sedang dibuat oleh Kurzweil adalah mesin yg mampu mengerti suara manusia & bereaksi secara benar & runut.

Itu sudah diramalkan Kurzweil sejak 1980-an. RT @xemud: komputer VS otak manusia, seperti sejarah IBM VS Kasparov… Bisa ceritain Bang?

RT @hanityo:
Banyak dari kita yg mengira suara staccato di lagu “St Elmo’s Fire”-nya David Foster adalah biola,pdhl itu dari Kurzweil K250 @hotradero

RT @hanityo:
Suara2 aneh lagu2 Kitaro & beberapa part lagu “asli’ Don’t Stop Believin-nya Journey jg diproduksi oleh Kurzweil K250 @hotradero

CATATAN: Kurzweil adalah orang pertama yg bisa menciptakan suara piano sintetis yg hampir mustahil dibedakan dari piano asli.

RT @kutabar:
@hotradero Kurzweil panelis Grand Challenge in Engineering. Sure enough, slh satu challengenya “reverse engineer the brain”

Kurzweil K250 diciptakan setelah Kurzweil & Stevie Wonder bertaruh tentang bisa atau tidaknya synthesizer meniru Grand Piano via Blind Test.

Stevie Wonder kalah taruhan. Synthesizer Kurzweil K250 lolos Blind Test saat dibandingkan dengan Grand Piano. Dari situ pamor Kurzweil naik.

RT @yanuarnugroho:
@hotradero sbg pemain organ pipa (wlp amatiran), saya pernah mencoba Kurzweil K2600 dan sampling pipe organnya tak bisa dibedakan dg aslinya

RT @ranggalanang:
@hotradero Kurzweil juga dulu jadi andalan keyboardis Dream Theater, Jordan Rudess sebelum ganti dengan Korg OASYS, have a listen bang =D

Tagged:
Posted in: Uncategorized