tentang Daendels, perang Perancis-Belanda vs Inggris di Batavia oleh @hanityo

Posted on October 15, 2010

0


tawuran kecil di Palmeriam sudah kelar. Tapi macet masih mengular. Btw daerah Palmeriam ini punya sejarah panjang loh dr jaman Daendels

Dinamakan Palmeriam karena jalan itu adalah bagian dari rencana Jalan Raya Pos (Anyer-Panarukan). Patok jalan ditandai dgn meriam tua

ada yg bilang krn di lokasi itu, pasukan Inggris bangun pusat arsenal di Batavia. Kayaknya itu yg ngaco,krn sbelumnya namanya udh Palmeriam

Nah lokasi Palmeriam itu pernah jadi the last resort pasukan Prancis-Belanda waktu diserang Inggris. Sebelum akhirnya Inggris menang

Nah ceritanya mundur ke jaman Daendels. contrary to popular believe, Daendels ini bukan Gubernur Jendral VOC. Karena thn 1800 VOC udah Bubar

Jaman Daendels, Belanda dikuasai oleh Prancis-nya Napoleon. Jadi Jakarta waktu itu secara de jure ada dibawah Prancis.

Daendels ini pendukung berat Napoleon.Prestasi Daendels yg plg moncer adalah mempertahankan Groningen (kampungnya Robben) dari srangan musuh

Dia dipromosikan jd Gubernur Hindia Belanda jg karena surat sakti dari Napoleon.Misi utamanya adalah melindungi Batavia dr serangan Inggris

Selain melindungi Batavia, Napoleon jg minta kepada Daendels, kalau bisa jg mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris

Makanya Daendels kalap membangun benteng2 di Pulau Jawa. dari Lodewijk di Surabaya, sampai Meester Cornelis di Jatinegara.

Untuk memperlancar gerakan pasukan. Daendels membuat jalan raya Anyer-Panarukan. yang mengilhami bukunya Pramoedya yg ngetop itu

Contrary to popular believe lagi, Daendels TIDAK pernah mempraktekkan kerja paksa (rodi). Seluruh pekerja dibayar untuk bangun jalan

Tiap pekerja diberi upah 10-20 sen per hari (tergantung keahilan), serta jatah beras,garam & sembako tiap minggunya.

Tapi pembayaran di-pool ke sebuah escrow account yg hanya bisa dicairkan oleh Bupati. Lha disini korupsinya, banyak pekerja gak dibayar

Yg bikin pekerja Jalan Raya Anyer-Panarukan jadi rodi itu ya bangsa sendiri alias Bupati. Karena Bupati waktu itu jd PJTKI u/ Daendels

Kadang2, Daendels malahan dikibulin sama Bupati2 di Jawa, jumlah yg harus dibayar Daendels lebih banyak krn, laporan yg di-mark-up

Saat jalan raya Pos ini masuk ke Cadas Pangeran. Daendels jg lumayan baek, dgn mengerahkan unit artileri u/ meratakan bukit disitu

Laporan pekerjaan jalan raya Pos rutin dilaporkan Daendels kpd Napoleon, termasuk pembukuannya. Semuanya proper, yg artinya pekerja dibayar

Nah buku teks sejarah Indonesia mengenal Daendels sbg gubernur kejam pencetus kerja rodi krn hanya berpatokan pada jurnal2 Belanda

Pan gw udah bilang, Daendels ini fanboy-nya Napoleon.Sementara sejarawan Belanda loyal sama Pangeran Oranje yg benci Napoleon. Di-spin deh

Padahal jalan raya pos, sebagaimana pembangunan infrastruktur umumnya. berguna u/ stimulus ekonomi.Hasil tani bisa diangkut ke pelabuhan

Tapi sayang, Daendels dipanggil pulang oleh Napoleon u/ dipromosikan jadi komandan Legiun Asing Prancis u/ penyerbuan ke Russia

Dalam ekspedisi Napoleon ke Rusia, Daendels mengepalai satuan Wurtemberg yg terdiri dari prajurit2 Boer dari Afrika Selatan

Di dalam Grande Armee-nya Napoleon. prajurit2 Wurtemberg ini semacam pasukan elite-nya deh. seperti Delta Force gitu

Padahal,bila Daendels stay di Jawa. Mungkin dia bisa mengusir Lord Minto-nya Inggris.Sejarah bisa berubah, Singapore-Malay jd jajahan France

Perang yg tidak pernah terjadi. Daendels vs Lord Minto, bisa jadi seru banget. Dua2nya jendral2 jago taktik & nyalinya gede

Setelah Daendels ditarik ke front Rusia. Napoleon menginstall Janssens. Jendral yang sepanjang hidupnya nggak pernah menang perang

Sblm ke Batavia, Jansen kalah telak di Cape Town, Afrika Selatan dari pasukan Inggris. padahal pasukan Inggris lebih dikit.

Sekarang kita ke pasukan Inggris. Armada Inggris yang dipimpin oleh Lord Minto sudah sampai di Pulau Bangka saat Jansen jadi Gub Batavia

Lord Minto stay lumayan lama di P. Bangka u/ konsolidasi pasukan,sekaligus menunggu kapal2 logistik untuk menyerang Pulau Jawa

Dalam buku ‘Conquest of Java. Inggris menyebut Bangka sbg St.York Island. & markas pasukan Lord Minto di Bangka dinamai Minto Town

Sekarang Minto Town berubah nama jadi Muntok (masalah pelafalan doank). Begitu ceritanya…

Kekuatan armada Lord Minto ini terdiri dari 4 battleship,17 fregat, 7 perusak, 8 cruiser, 57 kapal person carrier. Armada perang yg sgt bsar

persis seperti waktu menyerang Normandie di film Saving Private Ryan. Lord Minto jg milih2 pantai u/ mendarat di Jawa. Pilihannya Cilincing

Kekuatan Inggris pimpinan Lord Minto terdiri dari 12rb prajurit, 1/4 Marinir,1/4 Royal Dragoons, & sisanya prajurit asal India

Sementara di Batavia. Janssen pengganti Daendels memiliki 18rb pasukan yg terdiri dari prajurit Prancis, Belanda, Jawa & Bugis

Waktu Daendels msh jadi Gov. Hindia Belanda, pasukannya lebih kuat, krn bnyk prajurit2 Prancis yang militan & berani.

Tapi sayang, mayoritas perwira&prajurit Prancis terbaik ikut Daendels dipanggil Napoleon u/ Ekspedisi menyerang Rusia.

Pasukan Inggris mendarat di Cilincing di pagi buta. Tanpa perlawanan karena Janssen sudah menarik mundur pasukan Prancis-Belanda

Padahal Daendels sudah mempersiapkan ranjau,sniper dsb u/ menghambat laju pasukan Inggris. Tapi Janssen malah mundur& terapkan bumi hangus

Bumi hangus ala Janssen adalah membakar gudang2 hasil bumi di sepanjang pasar ikan, jg pusat2 logistik Pemerintah.

Situasi ini dimanfaatkan oleh pribumi . Mereka menjarah gudang2 hasil bumi, sehingga gerak pasukan Inggris terhenti. Keder liat penjarahan

Selain lewat Kota-GajahMada. Pasukan Inggris juga bergerak via Pulogadung, nah di Pulogadung ini mereka menghadapi perlawanan Prancis

Ok, deh biar nggak bingung. Saya jelaskan dulu kondisi pasukan Prancis-Belanda di Batavia ini. Mereka terdiri dr Prancis,Belanda,Jawa,Bugis

Tentara Prancis-Bugis ini didikan Daendels yg Napoleonis. Mereka militan & berani mati. Berperang dgn motivasi u/ defend hegemoni France

Sementara Belanda-Jawa ini berperang dgn 1/2 hati. Karena deep down, mereka lebih simpati kepada kerajaan Inggris, daripada kpd Prancis

Gimana nggak, waktu digulingkan Napoleon. Raja Belanda & Keluarga lari ke Inggris.

Jadi situasi umum perangnya adalah. Yang Prancis bertempur, yang Belanda kabur. Sehingga, Inggris dgn mudah maju ke basis Prancis-Belanda

Sampai akhirnya pasukan Prancis-Belanda terdesak di daerah Jatinegara. Tapi pasukan Inggris juga sudah exhausted krn offensive terus.

Sblm terdesak sampai Jatinegara, terjadi pertempuran besar dekat sebuah Rawa di Matraman. Banyak Marinir Inggris & Pasukan Prancis tewas

Jasad mereka yg tidak lengkap karena kena peluru meriam, dibuang begitu saja di rawa tersebut. Sampai rawa tersebut tertutup dengan mayat

Sehingga daerah itu dikenal dgn nama Rawa Bangke. Tapi kemudian oleh Ali Sadikin dirubah jadi Rawa Bunga. Sayang bener,pdhl ada sejarahnya

Ok, Pasukan Prancis-Belanda terdesak. Inggris kelelahan. Maka terjadilah ‘stalemate’ selama 10 hari di daerah Jatinegara

Masing-masing pasukan diam di tempat, mengumpulkan tenaga sambil sesekali menembakkan meriam ke posisi lawannya.

Dalam posisi ‘stalemate’ ini, sebagian pasukan Belanda-Jawa kabur ke Bogor. 1/2-nya stay. Sementara pasukan Prancis bertahan disitu

Stalemate 10 hari di Jatinegara ini bisa dibilang Perang Yang Sangat Beradab. Tembakan meriam berhenti pukul 8 malam

Sehingga pasukan tempur bisa tidur nyenyak tanpa takut akan diserang lawan. Pertempuran dilanjutkan jam 9 pagi selesai mandi&sarapan

Bahkan dlm buku Conquest of Java. Pasukan Inggris tdk menyerang Prancis, bila mereka msh melihat pasukan Prancis sedang sarapan pagi

Ketika Inggris menyadari jumlah pasukan Prancis-Belanda sudah berkurang, mereka lgsg menyerang via jl. Kayumanis (sekarang)

Pertahanan pasukan Prancis-Belanda tidak bisa bertahan lama. Dalam tempo 3 jam, banyak pasukan Belanda yg menyerah kalah.

Pasukan Prancis yg tersisa mundur sampai ke depo amunisi (komplek AD Jatinegara skarang), retreat sambil terus fire sampai peluru habis

Sampai akhirnya komandan Pasukan Prancis meledakkan depo amunisi tsb beserta pasukannya. Lebih baik mati bareng2 daripada ditawan Inggris

Ketika Pasukan Inggris menguasai depo tsb, yg tersisa cm runtuhan depo serta mayat2 berserakan. Suasananya hening & sepi.

Sehingga bekas lokasi depo amunisi tsb dikenal dgn nama Jalan Solitude (kesunyian), belakangan ganti nama jadi Jalan Ahmad Dahlan

Itulah the last stand France di Jawa. Prajurit Prancis yg msh hidup ditawan, Yg Belanda dipekerjakan u/bantu tentara Inggris.

Saksi sejarah pertempuran Inggris vs Prancis-Belanda hanya tersisa sedikit. diantaranya parit pertahanan yg masih utuh di Jatinegara

Tahun 70-an, di belakang Hotel Mega Matra Matraman, jg pernah ditemukan meriam macem si Jagur, peluru bola besi + kerangka manusia

Tapi penemuan tsb nggak di-follow up. Meriamnya hilang nggak tau kemana. Padahal benda2 bernilai historis tinggi. at least u/ nulis buku

Padahal pertempuran Jatinegara adalah pertempuran terbesar dlm perang Napoleon di Asia. nggak kalah dgn Waterloo, Trafalgar or Austerlitz

Versi lengkap pertempuran Jatinegara akan ditulis oleh Jean Rocher, novelis perang Prancis dlm peringati 200 thn Perang Napoleon di Asia

Bukunya Jean Rocher akan di-release thn 2011. Orangnya sih udah bolak balik ke Jatinegara u/ memvisualisasikan pertempuran tsb.

Dia mau nulis buku tsb u/ konsumsi rakyat Prancis. Dia prihatin aja, karena pertempuran Jatinegara ini jadi kayak “Forgotten War”

Padahal dalam arsip ketentaraan PRancis, ada 6000-an prajurit Prancis yang pulang tinggal nama, ketika mereka tugas di Batavia

Cuma pasti si Rocher bingung, kalau ada WN Prancis mau ziarah or mau napak tilas bekas Perang Jatinegara, Mau dikasi liat apaan?

The Alamo-nya Pasukan Prancis di Matraman udah jadi 7 Eleven. Depo Amunisinya udah jadi SD, tangsinya udah jadi Hotel Mega Matraman

About these ads
Posted in: Uncategorized